<~Welcome~>
  • Dalam Gelap

    Tidak jarang, mereka yang menghabiskan waktu untuk memberikan cahaya bagi orang lain justru tetap berada dalam kegelapan.

    --Mother Teresa--

  • Pahlawan

    Dan seorang Pahlawan adalah seorang yang mengundurkan diri untuk dilupakan seperti kita melupakan yang mati untuk revolusi.

    --Soe Hok Gie--

  • Apa Gunanya?

    Apa gunanya ilmu kalau tidak memperluas jiwa seseorang sehingga ia berlaku seperti samudera yang menampung sampah-sampah.

    Apa gunanya kepandaian kalau tidak memperbesar kepribadian seseorang sehingga ia makin sanggup memahami orang lain?

    --Emha Ainun Nadjib--

  • Pujian dan Hinaan

    "Aku puji dan hina diriku sendiri sebelum orang lain memuji dan menghina diriku,

    sehingga semoga baik pujian maupun hinaan mereka tak berpengaruh terhadapku.

    la yakhafu laumata laim wala yafrahu madhal madihin

    --Me--

  • Dunia | Akhirat

    Jika engkau melihat seseorang yang mengunggulimu dalam masalah dunia, maka ungguli dia dalam perkara akhirat.

    --Hasan al Bashri --

Selasa, 03 Juni 2014

Bapak - Bapak Tua itu..

Di sekitar pertigaan Saharjo, Tebet, disaat macet.
terlihat seorang bapak tua, kesulitan memanggul dagangannya,
suasana macet, klakson-klakson berbunyi dari sana-sini.
posisi motor yang ku kendarai berada di tengah jalan, tidak bisa ke kiri.
karena dari kiri, kendaraan mencoba ke tengah. beberapa ratus meter di depan,
akhirnya bisa ke kiri.aku berhenti, mematikan motor,
menengok ke tempat bapak tua itu tadi,
tetapi bapak tua itu sudah tidak terlihat keberadaannya.

Sedari tadi, semenjak melihat bapak tua itu, tersibat kata hati untuk berhenti,
memberikan bapak tua itu sebesit rezeki, tidak banyak, tapi berarti.

Secepat itu, kata-kata melintas disanubari..
"Mereka, tidak berharap dikasihani, mereka tidak meminta,
masih tetap berusaha mencari rezeki yang halal,
walau badan sudah melemah karena usia yang tua.
belilah dagangannya.."

Aku berpikir, mungkin bapak itu masuk ke gang jalan tadi,
berharap bapak itu berhenti di pinggir jalan jalur satu lagi
Aku berputar balik, dari patung pancoran kembali ke arah tebet,
tepat sebelum tempat pertigaan tadi, aku memakirkan motor diatas trotoar.
aku berjalan kaki, menyusuri jalan tersebut,
sambil berharap bisa menemui sosok bapak tua itu..

tapi.. tidak ada, bapak tua yang kesulitan memanggung dagangannya..
itu tidak aku temukan. aku menghela nafas panjang dan beristighfar,
memutuskan kembali, ke tempat memakirkan motorku tadi.

Sepanjang jalan menuju kantor setelah kejadian itu,
aku menyesali apa yang sudah terjadi,
gagal menemui bapak itu, mataku terasa panas, berkaca-kaca.

aku terpikir, berandai-andai..
bagaimana bila bapak tua itu adalah saudaraku, sahabatku, orang tuaku,
seseorang yang aku kenal, atau, bahkan aku.. mungkin anakku kelak,
yang pastinya akan menua renta, yang tetap keras hati tidak mau meminta-minta, karena tidak mau merepotkan orang lain,  tidak mau dikasihani, yang tetap yakin, bahwa Takdir Hidup Mati dan Rezeki sudah di atur oleh Ilahi.

ya Allah.. ya Latiff, ya Allah ya Hakim
Terima kasih mengingatkan Kelembutan hati pada diri yang mulai dingin ini,
Terima kasih atas Hikmah yang Kau tunjukkan padaku hari ini.
tak akan kuragukan kata hati nurani, bila kesempatan itu datang lagi.

3/06/2014.

0 komentar:

Posting Komentar

+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+
Pembaca yang baik selalu memberikan komentar atas informasi yang diterimanya,
baik berupa kritik, saran atau hanya sekedar komentar.

-----------------------------------------------------
Komentar anda sangat berarti untuk kemajuan blog ini
~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~