<~Welcome~>
  • Dalam Gelap

    Tidak jarang, mereka yang menghabiskan waktu untuk memberikan cahaya bagi orang lain justru tetap berada dalam kegelapan.

    --Mother Teresa--

  • Pahlawan

    Dan seorang Pahlawan adalah seorang yang mengundurkan diri untuk dilupakan seperti kita melupakan yang mati untuk revolusi.

    --Soe Hok Gie--

  • Apa Gunanya?

    Apa gunanya ilmu kalau tidak memperluas jiwa seseorang sehingga ia berlaku seperti samudera yang menampung sampah-sampah.

    Apa gunanya kepandaian kalau tidak memperbesar kepribadian seseorang sehingga ia makin sanggup memahami orang lain?

    --Emha Ainun Nadjib--

  • Pujian dan Hinaan

    "Aku puji dan hina diriku sendiri sebelum orang lain memuji dan menghina diriku,

    sehingga semoga baik pujian maupun hinaan mereka tak berpengaruh terhadapku.

    la yakhafu laumata laim wala yafrahu madhal madihin

    --Me--

  • Dunia | Akhirat

    Jika engkau melihat seseorang yang mengunggulimu dalam masalah dunia, maka ungguli dia dalam perkara akhirat.

    --Hasan al Bashri --

Selasa, 11 Oktober 2011

Nisa, kuatkan dirimu adikku..

Jam 1 Dini Pagi, aku terbangun, tiba-tiba ingin rasanya menghubungi mama dan papa untuk sekedar bertanya kabar Nisa, entah saat itu ada apa, padahal baru saja aku tertidur pukul 11 malam, aku lelah.. seharusnya aku tidak terbangun sampai pagi, tapi saat ini, aku terbangun..

///aku menghubungi Mama, untuk sekedar menanyakan kabar Nisa yang sedang melawan penyakit Lupusnya, rencananya besok setelah pulang mengurus tanda tangan untuk Penulisan ilmiahku aku akan menjenguk nisa.. dengan beberapa sahabat kuliahku..///

di pembicaraan via telepon itu..
aku seperti mendengar suara Nisa, ia mengeluh, kesakitan..
aku tidak menduganya, saat itu aku berharap itu bukan suara Nisa..., 
tapi pasien lain yang ada di satu ruangan dengannya..

(aku tidak ingin bertanya pada mama, itu hanya akan membuatnya sedih..
tapi hatiku terus bertanya.. ya Allah.. Nisa kenapa..)

lalu, setelah pembicaraan telepon itu.
mama mengirimkan pesan singkat,

"Adikmu, tidak seperti semula yang kamu lihat terakhir kali bang.."
saat itu aku terduduk lemas..

ya Allah.. tak kuasa aku menahan air mata.. 
aku tidak mampu membayangkan, rasa sakit yang dilawannya..

ya Allah.. berikan kekuatan untuk adikku, Nisa.. 
sembuhkanlah ia.. aku ingin melihatnya kembali sehat.. dan tersenyum dengan ceria..

Aku menulis ini, setelah mendapat telepon dari Mama..
tanganku gemetar, aku takut terjadi apa apa dengan adikku..

0 komentar:

Posting Komentar

+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+
Pembaca yang baik selalu memberikan komentar atas informasi yang diterimanya,
baik berupa kritik, saran atau hanya sekedar komentar.

-----------------------------------------------------
Komentar anda sangat berarti untuk kemajuan blog ini
~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~