http://im-balance.blogspot.com/2011/10/nisa-kuatkan-dirimu-adikku.html
setelah mendapat kabar dari Mama, mengenai nisa, aku segera berwudhu dan melaksanakan sholat, aku mengambil Al-Qur'anku seraya mendo'akan nisa ...
pada Waktu 03:00 pagi, Mama menghubungiku, agar aku mendo'akan adikku nisa,
perasaanku tidak enak, aku bertanya tanya, Mama, nisa kenapa mama...
setelah itu mama menutup teleponnya, aku bergetar, ada perasaan seperti rasa-rasa ingin kehilangan..
ada sesuatu yang terlepas dari batin ini, seperti udara yang meninggalkan tabung tertutup..
aku meneruskan do'aku,
semoga nisa kuat ya Allah, berikan kekuatan padanya,
aku masih ingin melihatnya ya Allah, berikan ia waktu lebih lama lagi ya Allah..
Jam 4 Pagi, aku menghubungi Papa, berharap keadaan nisa sudah kembali seperti semula, tidak terjadi sesuatu yang buruk, Papa hanya berkata, Nisa sudah tenang.. kamu do'akan saja,
Batinku bertanya.. Tenang ? Tenang karena apa?
Kritis? atau Ia hanya sekedar Tidur lalu nanti akan terbangun..
ya Allah...
Saat itu aku tertidur, ya benar, aku tertidur, setelah mendapat kabar itu,
aku terus melihat telepon genggamku berharap ada kabar, tapi aku tertidur..
Teng, Teng .. Teng, terdengar suara orang menggetok gembok ke pagar rumahku,
aku terbangun, aku sadar aku tertidur..
segera aku melihat handpone ku.. tidak ada kabar.. tidak ada misscall, ataupun sms,
lalu terdengar suara Sesesorang, perempuan, Ibu.. memanggil dari depan rumahku..
ah, itu suara Ibu Arifin, aku segera bangun dan keluar, dengan lunglai..
pikiranku segera kembali ke Nisa..ya Allah semoga tidak terjadi apa-apa..
Ibu Arifin : Sal, udah dapat kabar dari mama sal?
F : belum bu, tidak ada kabar,
Ibu Arifin : Tadi mama telepon, tapi katanya kamu matiin..
F : ya Allah, (mungkinkah karena tertidur, secara tidak sadar aku mematikan telepon mama?)
aku tahu, saat itu terbaca di Wajah ibu Arifin, ia ingin mengatakan sesuatu..
tapi ia tidak tega melihatku, karena aku sudah terlanjur pucat pasi.. ketika melihat ia datang kerumahku..
lalu. beberapa saat.. datang Bapak Arifin,
(mungkin ibu Arifin tidak tega, lalu memanggil Bapak Arifin untuk berbicara..)
Sal.. Nisa sudah tidak ada sal, (mereka berbicara bersama-sama)
seperti tersambar petir..
aku terkulai lemas terduduk di pintu rumahku..
saat itu.. aku masih tidak menerima kenyataan.. kesadaranku..kosong..
lalu terdengar hiruk pikuk diluar rumah..
kabar ini segera tersebar ke tetanggaku yang lain,
mereka berkumpul didepan rumah..
Pak Katno.. tetanggaku, memintaku membuka pintu..
saat itu aku menguatkan diriku untuk membuka gembok dipintu pagar,
aku membukanya, menahan rasa duka.. aku tersenyum..
lalu beliau Masuk.. dan aku .. mulai menangis,
beliau mencoba menguatkanku.. "yang hidup pasti akan mati sal..."
aku meracau, aku berbicara apa saja.. tentang nisa..
aku menangis...
lalu masuk Ibu arifin..., membantuku bersiap siap untuk segera menuju ke rumah Duka,
beliau membuatkanku teh hangat, saat itu teh itu tumpah tercecer, tanganku gemetar, aku tersengal
aku segera berwudhu, menyegerakan waktu sholat subuhku, lalu setelah itu dengan segera aku merapihkan diri, datang Iqbal sahabatku, ia ingin mengantarkanku ke rumah duka, segera, kami pergi menuju RSCM.






0 komentar:
Poskan Komentar
+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+
Pembaca yang baik selalu memberikan komentar atas informasi yang diterimanya,
baik berupa kritik, saran atau hanya sekedar komentar.
-----------------------------------------------------
Komentar anda sangat berarti untuk kemajuan blog ini
~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~