<~Welcome~>
  • Dalam Gelap

    Tidak jarang, mereka yang menghabiskan waktu untuk memberikan cahaya bagi orang lain justru tetap berada dalam kegelapan.

    --Mother Teresa--

  • Pahlawan

    Dan seorang Pahlawan adalah seorang yang mengundurkan diri untuk dilupakan seperti kita melupakan yang mati untuk revolusi.

    --Soe Hok Gie--

  • Apa Gunanya?

    Apa gunanya ilmu kalau tidak memperluas jiwa seseorang sehingga ia berlaku seperti samudera yang menampung sampah-sampah.

    Apa gunanya kepandaian kalau tidak memperbesar kepribadian seseorang sehingga ia makin sanggup memahami orang lain?

    --Emha Ainun Nadjib--

  • Pujian dan Hinaan

    "Aku puji dan hina diriku sendiri sebelum orang lain memuji dan menghina diriku,

    sehingga semoga baik pujian maupun hinaan mereka tak berpengaruh terhadapku.

    la yakhafu laumata laim wala yafrahu madhal madihin

    --Me--

  • Dunia | Akhirat

    Jika engkau melihat seseorang yang mengunggulimu dalam masalah dunia, maka ungguli dia dalam perkara akhirat.

    --Hasan al Bashri --

Jumat, 14 Oktober 2011

Aku bertemu Adikku di RSCM.

Lanjutan dari : 
  1. http://im-balance.blogspot.com/2011/10/nisa-kuatkan-dirimu-adikku.html
  2. http://im-balance.blogspot.com/2011/10/kabar-duka-itu-sampai-ke-telingaku.html
  3. http://im-balance.blogspot.com/2011/10/menuju-rumah-duka.html
Aku bergegas pamit dengan saudaraku di Rawamangun..
sepanjang perjalanan, semakin aku tersengal, nafasku sesak,
mataku memerah, panas, ingatan ingatan terakhir bersama adikku terus terlihat,
seperti satu episode ke episode lain, air mataku mengalir,

akhirnya tanpa sadar, aku sudah sampai di Rumah Duka RSCM
didepan Rumah Duka ada papa yang menunggu kedatanganku,
dan juga ayah dari Iqbal, sahabatku..

aku tau, saat itu papa berpura-pura tegar,
tapi kami sekeluargalah yang paling tahu,
papa adalah orang yang lembut, dan mampu menyembunyikan perasaannya,

pernah sekali ia tersengal,
tak tahan menahan perasaan, tanpa kata-kata..  Hanya ada air mata..
ia mampu membuat kami sekeluarga menangis,

papa hanya memegang pundakku,
bergegas aku masuk ke dalam, ada Ma'uo, ada Andeh Rahimah,
dan ke sekumpulan ibu-ibu berbaju biru yang mengelilingi ibuku,
mereka adalah Ibu Guru, sahabat mama.. di SMP Negeri 2.

Aku segera ke kerumunan itu.. ingin menemui mamaku,
ibu guru itu, satu persatu mulai mengenaliku, aku adalah Abangnya nisa,
ada beberapa guru yang aku kenal, dan ada yang tidak,

Ibu Rosmiati, segera memegangku, aku menangis,
ibu Ros juga ikut menangis, ia mendekatkanku ke jenazah nisa,
dibalik penutup keranda mayat, aku melihat nisa, ia seperti tertidur..
(Ya Allah.. Adikku.., abang sudah datang.. maafkan abang terlambat..)

lalu aku terduduk.. dan Ibu Adriani bercerita,
beliau semalam, (hari senin) datang melayat,
beliau mengajak nisa untuk berdoa, nisa mau,
dan ia berdoa, "Ya Allah, maafkan segala kesalahan nisa,
nisa tahu nisa sudah banyak salah".. nisa membaca do'a,
lancar.. sangat lancar, tidak seperti biasanya,

yang aku tahu biasanya ia terbata-bata, dan kesulitan,
karena tenggorokannya sakit (mungkin terkena lupus),
dan ditambah lagi, setelah hari minggu sudah ada selang yang masuk ke hidungnya..
(sudah tidak menggunakan infus lagi)

lalu beliau bertanya, tentang pengalamanku,
apakah ada firasat atau tanda-tanda tahu nisa mau pergi..

aku mulai bercerita..

di hari jum'at sebelum sholat jum'at, isal menghubungi hp nisa, tapi lama tidak diangkat, akhirnya diangkat setelah sholat jum'at menghubungi kembali, yang mengangkat bukan nisa, tapi mama, mama berbicara, nisa ingin bicara.. saat itu.. aku sama sekali tidak mendengar suara nisa, sama sekali tidak terdengar, hanya ada suara nafas.. nafas yang pelan, tapi terasa hangat..

setelah itu isal sms, tapi setiap pesan yang isal kirim, dibalas dengan pesan kosong, (tanpa teks)
rencananya isal hari selasa mau bertemu nisa dengan beberapa sahabat kampus, 


saat itu, Hari senin malam, jam 11 isal tertidur, lelah, sangat lelah.
jam 1 isal terbangun, tiba tiba saja langsung teringat nisa,
isal menelpon mama..

selengkapnya di :
http://im-balance.blogspot.com/2011/10/nisa-kuatkan-dirimu-adikku.html
 
setelah aku menceritakan pengalaman kontak batinku,
beliau juga bercerita tentang keanehan yang terjadi saat bertemu nisa tadi malam,
saat tadi malam Nisa dengan lancarnya membaca do'a 

saat itu, Tangan dan Kaki Nisa Dingin, hanya dibagian leher ke Kepala yang hangat,
bahkan berkeringat, ya Allah.. Subhanallah..

lalu mama menambahkan, yang tadi malam mengeluh itu bukan nisa,
tapi orang disampingnya, seorang remaja laki-laki, ia takut disuntik,
nisa semalam tidur.. tidak sama sekali mengeluh, hanya nafasnya saja yang berat...
dan semakin lama semakin pelan...(karena lupus itu sudah menyerang jantung..)

dan handponeku saat itu berbunyi, 
banyak yang sms tapi tidak kubalas, banyak yang menelpon tadi tidak ku angkat,
saat itu, aku keluar dari Rumah Duka, aku mengecek akun facebookku, dan melihat, banyak saudara, sahabat, dan teman-temanku yang ikut berduka cita, ada yang ingin melayat, dan aku memberi tahukan alamat rumah duka di rawamangun.

aku tidak bisa menyebutkannya satu persatu, saat itu banyak yang menghubungiku, mencoba menguatkan aku, terima kasih..





setelah beberapa saat,ada kiranya 30 menit,
akhirnya Tiba Waktunya Nisa di Mandikan..

0 komentar:

Posting Komentar

+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+
Pembaca yang baik selalu memberikan komentar atas informasi yang diterimanya,
baik berupa kritik, saran atau hanya sekedar komentar.

-----------------------------------------------------
Komentar anda sangat berarti untuk kemajuan blog ini
~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~