<~Welcome~>
  • Dalam Gelap

    Tidak jarang, mereka yang menghabiskan waktu untuk memberikan cahaya bagi orang lain justru tetap berada dalam kegelapan.

    --Mother Teresa--

  • Pahlawan

    Dan seorang Pahlawan adalah seorang yang mengundurkan diri untuk dilupakan seperti kita melupakan yang mati untuk revolusi.

    --Soe Hok Gie--

  • Apa Gunanya?

    Apa gunanya ilmu kalau tidak memperluas jiwa seseorang sehingga ia berlaku seperti samudera yang menampung sampah-sampah.

    Apa gunanya kepandaian kalau tidak memperbesar kepribadian seseorang sehingga ia makin sanggup memahami orang lain?

    --Emha Ainun Nadjib--

  • Pujian dan Hinaan

    "Aku puji dan hina diriku sendiri sebelum orang lain memuji dan menghina diriku,

    sehingga semoga baik pujian maupun hinaan mereka tak berpengaruh terhadapku.

    la yakhafu laumata laim wala yafrahu madhal madihin

    --Me--

  • Dunia | Akhirat

    Jika engkau melihat seseorang yang mengunggulimu dalam masalah dunia, maka ungguli dia dalam perkara akhirat.

    --Hasan al Bashri --

Rabu, 07 September 2011

Kutipan Ramalan Prabu Jaya Baya

 


Kelak jika sudah ada kereta tanpa kuda.
Pulau Jawa berkalung besi.
Perahu berlayar di ruang angkasa.
Sungai kehilangan lubuk.
Pasar kehilangan suara.
Bumi semakin lama semakin mengerut.

Sejengkal tanah dikenai pajak.
Kuda suka makan sambal.
Orang perempuan berpakaian lelaki.
Itu pertanda orang akan mengalami zaman berbolak-balik.

Banyak janji tidak ditepati.
Banyak orang berani melanggar sumpah sendiri.

Orang-orang saling lempar kesalahan.
Tak peduli akan hukum Allah.
Yang jahat dijunjung-junjung.
Yang suci (justru) dibenci.

Banyak orang hanya mementingkan uang.
Lupa jati kemanusiaan.
Lupa hikmah kebaikan.
Lupa sanak lupa saudara.

Banyak ayah lupa anak.
Banyak anak berani melawan ibu.
Menantang ayah.
Saudara dan saudara saling khianat.
Kawan menjadi lawan.
Banyak orang lupa asal-usul.
 
Hukuman Raja tidak adil
Banyak pejabat jahat dan ganjil
Banyak ulah-tabiat ganjil
Orang yang baik justru tersisih.

Banyak orang kerja halal justru malu.
Lebih mengutamakan menipu.
Malas menunaikan kerja.
Inginnya hidup mewah.

Orang benar termangu-mangu.
Orang salah gembira ria.
Orang baik ditolak – tolak
Orang jahat naik pangkat.
Orang yang mulia dilecehkan
Orang yang jahat dipuji-puji.

Perempuan hilang malunya.
Laki-laki hilang kejantanannya

Banyak laki-laki tak beristri.
Banyak perempuan tidak setia pada suaminya.
Banyak ibu menjual anaknya
Banyak perempuan menjual dirinya
Banyak orang tukar pasangan.

Perempuan menunggang kuda.
Laki-laki naik tandu.
Dua janda harga seuang (Red.: seuang = 8,5 sen).
Perawan lima picis.
Duda pincang laku sembilan uang.

Banyak orang berdagang ilmu.
Banyak orang mengaku diri.
Di luar putih di dalam jingga.
Mengaku suci, tapi sucinya palsu belaka.

Banyak tipu banyak muslihat.
Banyak hujan salah musim.
Banyak perawan tua
Banyak janda melahirkan bayi.
Banyak anak lahir mencari bapaknya.

Agama banyak ditentang.
Perikemanusiaan semakin hilang.
Rumah suci dijauhi.
Rumah maksiat makin dipuja.
Di mana-mana perempuan lacur

Banyak kutukan
Banyak pengkhianat.
Anak makan bapak.
Saudara makan saudara.
Kawan menjadi lawan.
Guru dimusuhi.
Tetangga saling curiga.
Angkara murka semakin menjadi-jadi.

Barangsiapa tahu terkena beban.
Sedang yang tak tahu disalahkan.

Kelak jika terjadi perang.
Datang dari timur, barat, selatan, dan utara
Banyak orang baik makin sengsara.
Sedang yang jahat makin bahagia.
Ketika itu burung gagak dibilang bangau.

Orang salah dipandang benar.
Pengkhianat nikmat.
Durjana semakin sempurna.
Orang jahat naik pangkat.
Orang yang lugu dibelenggu.
Orang yang mulia dipenjara.

Yang curang berkuasa.
Yang jujur sengsara.

Pedagang banyak yang tenggelam.
Banyak barang haram.
Banyak anak haram.
Perempuan melamar laki-laki.
Laki-laki merendahkan derajat sendiri.

Banyak barang terbuang-buang.
Banyak orang lapar dan telanjang.
Pembeli membujuk penjual.
Si penjual bermain siasat.
Mencari rizki ibarat gabah ditampi.
Siapa tangkas lepas.

Si besar tersasar.
Si kecil terpeleset.
Si congkak terbentur.
Si takut mati.
Si nekat mendapat berkat.
Si hati kecil tertindih

Yang ngawur makmur
Yang berhati-hati merintih.
Yang main gila menerima bagian.
Yang sehat pikiran berpikir.

Si tani diikat.
Si bohong menyanyi-nyanyi
Raja ingkar janji, hilang wibawanya.
Pegawai tinggi menjadi rakyat.
Rakyat kecil jadi priyayi.
Yang curang jadi besar.
Yang jujur celaka.

Banyak rumah di punggung kuda.
Orang makan sesamanya
Anak lupa bapak
Orang tua lupa ketuaan mereka.
Jualan pedagang semakin laris.
Namun harta mereka makin habis.

Banyak orang mati lapar di samping makanan.
Banyak orang berharta tapi hidup sengsara.
Yang gila bisa bersolek
Si bengkok membangun mahligai.
Yang waras dan adil hidup merana dan tersisih.

Terjadi perang di dalam.
Terjadi karena para pembesar banyak salah faham.

Kejahatan makin merajalela.
Penjahat makin banyak
Yang baik makin sengsara.

Banyak orang mati karena perang.
Karena bingung dan kebakaran.

Si benar makin tertegun.
Si salah makin sorak sorai.

Banyak harta hilang entah ke mana
Banyak pangkat dan derajat lenyap entah mengapa.
Banyak barang haram, banyak anak haram.
Beruntunglah si lupa, beruntunglah si sadar.
Tapi betapapun beruntung si lupa
Masih lebih beruntung si waspada.

Angkara murka semakin menjadi.
Di sana-sini makin bingung.
Pedagang banyak rintangan.
Banyak buruh melawan majikan.
Majikan menjadi umpan.
Yang bersuara tinggi mendapat pengaruh.

Si pandai direcoki.
Si jahat dimanjakan.

Orang yang mengerti makan hati.
Harta benda menjadi penyakit
Pangkat menjadi pemukau.

Yang sewenang-wenang merasa menang
Yang mengalah merasa serba salah.

Ada pejabat (raja) berasal orang beriman rendah.
Yang berhati suci dibenci
Yang jahat dan pandai menjilat makin kuasa.

Pemerasan merajalela.
Pencuri duduk berperut gendut
Ayam mengeram di atas pikulan.

Pencuri menantang si empunya rumah.
Penyamun semakin kurang ajar.
Perampok semua bersorak-sorai.

Si pengasuh memfitnah yang diasuh
Si penjaga mencuri yang dijaga.
Si penjamin minta dijamin.
Banyak orang mabuk doa.

Di mana-mana berebut menang.
Agama ditantang.

Banyak orang angkara murka.
Membesar-besarkan durhaka.
Hukum agama dilanggar.
Perikemanusiaan diinjak-injak.
Tata susila diabaikan
Banyak orang gila, jahat dan hilang akal budi.

Rakyat kecil banyak tersingkir.
Karena menjadi kurban si jahat si laknat.
Lalu datang Raja berpengaruh dan berprajurit.

Lebar negeri seperdelapan dunia.
Pemakan suap semakin merajalela.
Orang jahat diterima.
Orang suci dibenci.

Timah dianggap perak.
Emas dibilang tembaga
Gagak disebut bangau.

Orang berdosa sentosa.
Rakyat jelata dipersalahkan.

Si penganggur tersungkur.
Si tekun terjerembab.
Orang busuk hati dibenci.
Buruh menangis.

Orang kaya ketakutan.
Orang takut jadi priyayi.

Berbahagialah si jahat.
Bersusahlah rakyat kecil.

Banyak orang saling tuduh. Ulah manusia semakin tercela.
raja berunding negeri mana yang dipilih dan disukai.

Orang Jawa tinggal separo.
Belanda-Cina tinggal sepasang.
Banyak orang kikir, banyak orang bakhian.

Si hemat tidak mendapat bagian.
Yang mendapat bagian tidak berhemat.

Banyak orang limbung.
Lambat-laun datanglah kelak terbaliknya zaman.

0 komentar:

Posting Komentar

+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+
Pembaca yang baik selalu memberikan komentar atas informasi yang diterimanya,
baik berupa kritik, saran atau hanya sekedar komentar.

-----------------------------------------------------
Komentar anda sangat berarti untuk kemajuan blog ini
~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~