<~Welcome~>
  • Dalam Gelap

    Tidak jarang, mereka yang menghabiskan waktu untuk memberikan cahaya bagi orang lain justru tetap berada dalam kegelapan.

    --Mother Teresa--

  • Pahlawan

    Dan seorang Pahlawan adalah seorang yang mengundurkan diri untuk dilupakan seperti kita melupakan yang mati untuk revolusi.

    --Soe Hok Gie--

  • Apa Gunanya?

    Apa gunanya ilmu kalau tidak memperluas jiwa seseorang sehingga ia berlaku seperti samudera yang menampung sampah-sampah.

    Apa gunanya kepandaian kalau tidak memperbesar kepribadian seseorang sehingga ia makin sanggup memahami orang lain?

    --Emha Ainun Nadjib--

  • Pujian dan Hinaan

    "Aku puji dan hina diriku sendiri sebelum orang lain memuji dan menghina diriku,

    sehingga semoga baik pujian maupun hinaan mereka tak berpengaruh terhadapku.

    la yakhafu laumata laim wala yafrahu madhal madihin

    --Me--

  • Dunia | Akhirat

    Jika engkau melihat seseorang yang mengunggulimu dalam masalah dunia, maka ungguli dia dalam perkara akhirat.

    --Hasan al Bashri --

Jumat, 05 Agustus 2011

Pencopet [Trio cap Sambal] di Angkutan Umum 05A

Hari ini rencananya ingin bertemu bu Budi, memberikan revisi PI, ini merupakan pertemuan kedua, setelah pertemuan pertama yang 'sedikit' menegangkan... semalam suntuk belum tidur, menyelesaikan tambahan 8 buah Algoritma berupa flowchart dan perubahan Diagram Alur utama,

jadi totalnya ada 11 Diagram yang harus dibuat, dan menyelesaikan perubahan lain.. seperti kata-kata di bagian Pendahuluan, tampilan aplikasi, serta simulasi..

karena berniat santai, aku naik Angkutan 10 sektor 5, ingin ke arah kranji.. sepanjang perjalanan didalam angkutan umum aku tertidur.. dan aku selalu terbangun sebelum tempat tujuan..
*seperti hari hari perkuliahan biasa...

ketika sampai di depan naga kranji, aku menyebrang, berjalan ke arah tempat angkutan 05a berlalu-lalang, lalu aku menghentikan angkutan 05 yang tepat sekali lewat ketika baru selesai menyebrang, 

ketika naik aku memperhatikan keadaan..ada beberapa penumpang.. dibangku belakang 3 laki-laki, 1 perempuan paruh baya, dan dua orang di bangku depan (supir dan penumpang)

sketsa didalam angkutan umum


awalnya tidak ada yang kucurigai... tapi.. beberapa saat aku mengeluarkan handponeku, karena ada sms dari Rosi Noviyanti, Mahasiswi KA 19 yang satu dosen revisi denganku, yang mengabarkan keberadaan bu Budi dikampus,

saat itu.. aku merasa ada mata yang mengawasi handponeku, dan benar saja, orang di depanku, dan orang disampingku seperti saling memberi kode, bermain mata.. seperti inilah gambarannya..


si B memperhatikan mataku, sedikit melotot, seperti orang yang ngeyel, memasang tampang cari ribut,
mukanya ngeselin, minta dihajar. aku tetap tenang, tapi aku tidak melarikan pandangan mataku.. aku tidak menatap langsung matanya, tetap melihat ke arahnya tapi tidak melihat secara langsung matanya,

*sebenarnya aku terbiasa menatap balik seandainya ada orang yang memelototiku seperti ini,
tapi.. semalamnya di acara TV metro TV,alvinz  Aa Gym berkata..

"jadi buat apa saya sekolah tinggi-tinggi, kalau hanya menjadi cermin.. kalau ada orang berkata buruk kepada saya, apakah saya harus membalas dengan berkata buruk?  kalau ada orang yang melototi saya, apakah saya harus membalas melotot?"

nah, saat itu.. aku tidak jadi membalas melototi si B.
bahkan semakin dia melihat, melototiku, aku semakin melihat kearahnya, dan menajamkan mataku,
dan semakin memperkuat genggaman tanganku yang sudah siap seandainya terjadi apa apa..

*Psikologi 'perang urat syaraf' ala copet,
saat kita melarikan mata, tandanya kita sudah kalah perang, dan saat kita mengalihkan pandangan, saat seperti itulah copet siap mengambil barang incarannya..

/karena perhatian kita teralih oleh rasa takut, atau rasa risih../ 
*biasanya sering sukses terjadi jika targetnya adalah wanita..

nah.. si B ini ternyata memperhatikan ke arah saku jaketku yang ada di bagian depan,
tempat aku menaruh handponeku, dan untungnya saku ini menggunakan resetling,
aku merasa si C juga mengamatiku, dan justru karena itu,

sekali lagi aku memancing mereka, aku mengeluarkan handpone ku itu..
membalas sms, dan mematikan suaranya.. lalu.. saat itu mereka melihat ke arah handpone ku itu..
terutama B yang sekali lagi melototiku,

saat itu dengan gerakan lambat..
aku memasukan handpone ke saku, dan menutupnya dengan lambat juga,
agar suaranya bunyi.. sreet.. sreet.. dan saat itu mereka sepertinya tau kalau aku paham siapa mereka..
karena aku tersenyum, dengan mata sedikit tajam, seperti orang yang kehilangan akal dan penuh nafsu ingin menghajar.

//Aha!, kena kalian.. ternyata kalian bertiga adalah pencopet..// berkata dalam diriku..

aku tetap tenang, hingga datang satu penumpang.. seorang wanita, menggunakan jaket berwarna ungu *bermasker (sama sepertiku..) duduk diantara C dan A


dan mulailah aksi selanjutnya oleh trio cap Sambal ini..

saat itu cuaca sangat panas, siang hari, sekitar jam 12 di kranji, biasa..bekasi..
C berinisitif membuka jendela tepat dibelakang x, angin masuk lewat jendela itu..

setengah perjalanan.. X dengan BB nya seperti asik bbm-an dengan tasnya sedikit terbuka,
dan aku yang didepannya saja bisa melihat isinya,  /dompet putih.. dengan satu handpone esia,/

si C ternyata dari tadi memperhatikan wanita ini..

aku mencoba memberi tanda pada wanita ini, dengan mataku..
dengan melihatnya, lalu melirik ke kanan kiri sambil menggerakan sedikit wajahku..
seperti tanda, "hati hati dengan kanan dan kirimu"..

tapi sepertinya ia tidak mengerti.. justru terkesan takut padaku.. yang menggunakan masker, dan pandangan mata yang memang sudah terlanjur geram karena copet copet ini.

saat angin mulai sepoi sepoi masuk lewat belakang kepala X,

x mulai menghentikan BBmnya, dan memasukkan semua barangnya ke dalam tas, dengan rapat menutup resetlingnya

si X mulai lelah tertidur.. itulah yang membuatku harus lebih waspada..

//apalagi saat ini adalah Bulan Puasa..
dan aku sudah yakin kalau semakin banyak copet yang beraksi..
seperti tahun tahun sebelumnya, memanfaatkan rasa lelah korbannya//

aku melihat A, B, dan C mulai beraksi..

A menatap mata B, seperti isyarat untuk mengalihkan perhatianku..
lalu A dan C saling memberi tanda, saling lirik melirik..
C mulai mengangkat tas hitam yang tadi ada disampingnya ke depan dadanya
*tas yang biasa digunakan copet untuk beraksi.. menutupi tangannya..


aku tidak tertarik pada B, hanya sekedar wajah yang dibuat seram, tapi ketika kupelototi balik, dengan tangan seperti orang yang siap meninju (*aku melakukan pemanasan dengan mengepalkan tanganku), terlihat dimatanya ada rasa cemas didirinya..

A ikut melototiku, tapi aku tidak gentar,
aku tidak sedikitpun mengalihkan pandangaku terhadap C,

aku meluaskan area penglihatanku..

C merasa gelisah, ia ingin beraksi tapi wajahku menghadap ke dirinya dan wanita didepanku ini, si X
dan mataku tertuju ke tas dan tangannya..

aku tetap bertahan, sebentar lagi belokan ke arah jalur utama kalimalang, dan sedikit lagi kantor polisi..

C yang gelisah, berpura pura mengangkat handponennya dan berkata.. seperti menerima telepon.. sedikit tidak kumengerti, seperti bahasa daerah.. dari tadi A dan C berkomunikasi dengan bahasa Daerah, hanya B saja yang tidak bicara apa apa semenjak awal..

setelah itu, C mulai mencoba lagi,
tapi tetap, aku menatapnya, tasnya, dan tangannya..
akhirnya ia seperti memberi tanda menyerah..

tapi kejadian yang tidak kuduga terjadi..
ternyata mereka kesal, mereka marah..

si B, disampingku, seperti ingin turun, melemparkan tasnya ke punggungnya,
tapi mengenai sedikit pelipisku,*sempat reflek menghindar..
lalu ia melototiku.. ia seperti meminta maaf,
tapi aku tahu ia berharap aku marah..mencoba memancing emosiku,
tapi aku hanya diam.. dan sedikit menggeser menjauh dari dirinya..

aku merasa ia sepertinya sengaja...
ia turun..

dan aku hanya tersenyum dibalik maskerku,
serasa sambil menebak-nebak siapa selanjutnya...

selanjutnya C..
ia tiba tiba turun.. dan sengaja menginjak kakiku,
lalu ia ingin menyentuh wajahku dengan pinggulnya, seperti ingin menghantamku,
tapi aku reflek, menghindar kesebelah kiriku, jadi hanya kakiku yang terinjak..

saat itu X sudah terbangun, dan ia mulai sadar arti sandi sandiku tadi..

A hanya melihat, dan aku menatap A dengan wajah Puas... sambil tersenyum..
dan berkata sendiri...

"lucu ya.. satu profesi naiknya bersamaan, turunnya tidak bersamaan..."

lalu ia turun, tanpa menoleh ke arahku..

x mulai mengerti..

ibu ibu paruh baya yang duduk di pojok, tersenyum kepadaku..
lalu aku mencolek tangan X,

F :mba.. mbak..
X : iya ?
F : (sambil membuka masker), mbak gak apa-apa kan?
X : (sambil membuka masker), iya memangnya ada apa?
F : orang samping kanan dan kiri mbak tadi, mereka itu copet.., begitu juga dengan yang disamping saya, orang disamping kiri mbak, yang barusan menginjak kaki saya, dia memperhatikan isi tas mbak terus, dari tadi saya sudah mencoba memberi tanda pada mbak, tapi mbak sepertinya tidak sadar, dan saat mbak tertidur.. disaat itu lah saya mencoba menahan mereka.. sekarang coba mbak periksa isi tas mbak, ada yang hilang tidak?

X : sambil mengecek, sedikit panik, terlihat keringat mengalir dari pipinya,
Alhamdulillah tidak ada mas,

F : Alhamdulillah kalau begitu, mbak liat sendiri kan? disamping saya melempar tasnya ke wajah saya, dan barusan disamping mbak menginjak kaki saya..
mereka sepertinya kesal.. dengan saya..
X : iya mas saya lihat, tapi saya tidak sadar..

aku hanya melihat sopir dan ibu ibu paruh baya itu tersenyum,
sepertinya mereka tahu, tapi aku mengerti.. sopir tidak berani kepada mereka..
karena sopir memikirkan dirinya.. pencopet seperti ini pasti ada organisasinya..
dan biasa beroperasi di sekitar mereka.. karena itu sopir biasanya tidak bisa berbuat apa-apa..

F : mbak turun dimana, maaf, sebelumnya.. nama saya Faisal.. Mahasiswa Gunadarma
X : turun di depan mas di dekat superindo (dekat kampus Gunadarma), nama saya... bla bla, rumah saya di daerah Kranji.
X : sekali lagi terima kasih ya mas, tersenyum sebelum memasang maskernya kembali.. dan turun..
F : lain kali.. hati hati ya mbak, jangan sampai tertidur di angkutan sebelum benar-benar aman..

lalu aku turun.. tepat beberapa meter setelah mbak itu turun..
masih tidak terpikir apa saja yang baru saja terjadi..
sesuatu yang luar biasa.. Alhamdulillah ya Allah..

dan ketika sampai di Kampus,
aku adalah orang terakhir yang bertemu bu budi,
sekitar jam 1 siang.. tepat sebelum bu budi ingin beristirahat..

Alhamdulillah yang kedua kalinya,
Revisi diterima, dan ditanda tangani oleh beliau,
sangat senang hari itu..

dan Alhamdulillah yang ketiga kalinya,
Sahabatku Henindya Tillotama Ayumi, tama, datang ingin bertemu denganku,
ingin membahas tentang penulisan Ilmiahnya..
aku bercerita dengannya yang baru saja aku alami...


Terima Kasih ya Allah...

0 komentar:

Posting Komentar

+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+
Pembaca yang baik selalu memberikan komentar atas informasi yang diterimanya,
baik berupa kritik, saran atau hanya sekedar komentar.

-----------------------------------------------------
Komentar anda sangat berarti untuk kemajuan blog ini
~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~