<~Welcome~>
  • Dalam Gelap

    Tidak jarang, mereka yang menghabiskan waktu untuk memberikan cahaya bagi orang lain justru tetap berada dalam kegelapan.

    --Mother Teresa--

  • Pahlawan

    Dan seorang Pahlawan adalah seorang yang mengundurkan diri untuk dilupakan seperti kita melupakan yang mati untuk revolusi.

    --Soe Hok Gie--

  • Apa Gunanya?

    Apa gunanya ilmu kalau tidak memperluas jiwa seseorang sehingga ia berlaku seperti samudera yang menampung sampah-sampah.

    Apa gunanya kepandaian kalau tidak memperbesar kepribadian seseorang sehingga ia makin sanggup memahami orang lain?

    --Emha Ainun Nadjib--

  • Pujian dan Hinaan

    "Aku puji dan hina diriku sendiri sebelum orang lain memuji dan menghina diriku,

    sehingga semoga baik pujian maupun hinaan mereka tak berpengaruh terhadapku.

    la yakhafu laumata laim wala yafrahu madhal madihin

    --Me--

  • Dunia | Akhirat

    Jika engkau melihat seseorang yang mengunggulimu dalam masalah dunia, maka ungguli dia dalam perkara akhirat.

    --Hasan al Bashri --

Minggu, 21 Agustus 2011

Jangan Putus Asa

Suatu hari seorang pemuda memutuskan untuk meninggalkan kampung halamannya. Gempa bumi telah merenggut nyawa semua keluarganya. Rumahnya hancur , rata dengan tanah. "Aku kini tidak memiliki apa-apa lagi", katanya di dalam hati.

Setelah berjalan cukup jauh, ia menghentikan langkahnya di tepi sebuah danau karena kakinya serasa tidak bisa diajak untuk mengayun lagi, Di situ ia melamun. Pandangannya kosong. Tanpa disadari ada seorang kakek yang telah lama memperhatikannya.

Orang tua itu datang dan kemudian menegurnya, "Dari mana engkau wahai anak muda? Mau kemana? Mengapa Tatapanmu kosong?".

Setelah pemuda itu bercerita panjang lebar ia mengakhirinya dengan mengatakan, "Aku sudah tidak punya apa-apa lagi".


Mendengar pernyataan pemuda itu, kemudian sang Kakek pun berpura-pura kehausan. Ia Meminta tolong kepada pemuda tersebut untuk mengambilkan sepincuk air danau untuk diminum.

Dengan senang hati, pemuda itu mengambil daun pisang lalu mengambil air jernih untuk sang Kakek.

setelah minum, kakek itu berkata, "Apakah saat ini engkau masih merasa tidak punya apa-apa, wahai anak muda? Sadarlah, dengan tanganmu yang sehat, badanmu yang kuat, umurmu yang masih muda, kamu masih memiliki segalanya.

Buktinya dengan SEGALA KETERBATASAN, engkau masih bisa membantuku mengambilkan air minum yang sejuk dan jernih. Tentunya engkau pasti bisa menolong sendiri

0 komentar:

Posting Komentar

+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+
Pembaca yang baik selalu memberikan komentar atas informasi yang diterimanya,
baik berupa kritik, saran atau hanya sekedar komentar.

-----------------------------------------------------
Komentar anda sangat berarti untuk kemajuan blog ini
~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~