<~Welcome~>
  • Dalam Gelap

    Tidak jarang, mereka yang menghabiskan waktu untuk memberikan cahaya bagi orang lain justru tetap berada dalam kegelapan.

    --Mother Teresa--

  • Pahlawan

    Dan seorang Pahlawan adalah seorang yang mengundurkan diri untuk dilupakan seperti kita melupakan yang mati untuk revolusi.

    --Soe Hok Gie--

  • Apa Gunanya?

    Apa gunanya ilmu kalau tidak memperluas jiwa seseorang sehingga ia berlaku seperti samudera yang menampung sampah-sampah.

    Apa gunanya kepandaian kalau tidak memperbesar kepribadian seseorang sehingga ia makin sanggup memahami orang lain?

    --Emha Ainun Nadjib--

  • Pujian dan Hinaan

    "Aku puji dan hina diriku sendiri sebelum orang lain memuji dan menghina diriku,

    sehingga semoga baik pujian maupun hinaan mereka tak berpengaruh terhadapku.

    la yakhafu laumata laim wala yafrahu madhal madihin

    --Me--

  • Dunia | Akhirat

    Jika engkau melihat seseorang yang mengunggulimu dalam masalah dunia, maka ungguli dia dalam perkara akhirat.

    --Hasan al Bashri --

Jumat, 05 Agustus 2011

cerita tentang Peri-Peri putih yang baik hati..

Aku teringat cerita kakekku, waktu aku masih kelas 6 SD, saat itu mati lampu, seluruh keluarga berkumpul di lantai dua, ruang keluarga, ada nenek, dan tiga kakak perempuanku, dan satu kakak sepupuku berinisial F, saat itu aku bertanya, sekedar ingin membuka cerita, tanya-tanya soal cerita seram yang ada di padang pariaman.

lalu kakek mulai bercerita, semua menyimak..

waktu kakek muda, baru menikah dengan nenek, dan tinggal dirumah orang tua nenek, di daerah Padang Pariaman, kakek bekerja sebagai petani, peternak, dan pengurus kebun, dan nenek yang menjualnya di balai (pasar tradisional) dekat rumah.

suatu hari, kakek pulang terlarut malam, dari ladang, dengan sepeda tuanya, (mungkin dalam bayanganku adalah sepeda ontel) , saat itu panen melimpah, kakek tidak menaiki sepedanya, tetapi berjalan kaki sambil menggiring sepeda dengan tumpukan karung berisi hasil panen.

kakek sangat lemas, kakek istirahat di dekat jembatan tua yang konon angker menurut orang-orang disana...

*Disela sela bercerita, kakek sempat menceritakan bahwa kakek tidak percaya dengan hal-hal gaib, seperti setan, dedemit, bahkan waktu muda kakek bersama-sama temannya berburu hal hal seperti itu, misalnya ada suara tertawa gaib (kuntilanak), kakek dan teman-temannya justru malah akan menghampiri sumber suara.

*hii.. -___-'

Lanjut,
jadi ketika Kakek duduk, istriahat,
kakek dihampiri cahaya-cahaya putih yang terbang dari hutan dihadapan kakek,
kakek mengira itu adalah cahaya dari kunang-kunang

cahaya-cahaya itu perlahan mendekat ke sepeda kakek dan karung-karung hasil panen kakek,
kakek sempat panik, dan sempat bergegas pergi, karena cahaya-cahaya itu mengikuti kakek,

seketika itu, kakek menaiki sepeda, dan menggenjot sepeda, tetapi cahaya-cahaya itu menempel di sekitar ban dan rantai, kakek merasa, sepeda terasa lebih ringan...

tanpa terasa, yang harusnya ditempuh dalam satu jam, kakek bisa sampai dekat rumah hanya sekitar 15 menit, dan ketika kakek turun dari sepeda, cahaya-cahaya itu perlahan meninggalkan kakek dan menghilang.

ketika sampai di depan rumah, kakek mengucapkan salam (assalamu'alaikum) dan membuka gerbang untuk memasukkan sepedanya, kakek melihat cahaya putih itu lagi, tetapi hanya ada satu, kali ini kakek memperhatikan, cahaya putih itu meredup, dan terlihat seperti orang kerdil, sambil kakek mengira ngira tingginya adalah selutut kaki kakek, *sambil mempraktekkan.
orang kerdil itu, mengucapkan walaikum salam, dan perlahan menghilang dalam gelap gelap malam...
kakek masih tidak percaya, kakek bingung, dan saat itu nenek yang mendengar suara gerbang dibuka keluar dari rumah, melihat kakek terheran-heran didepan rumah.

Kakek pun berhenti bercerita, sebelum menceritakan cerita selanjutnya yang lebih menyeramkan, hantu di pinggiran hutan, tepat di sisi sepanjang jalan kelok (tikungan) 44.

------------------------------------- 
nah,  apa mungkin ya, Peri kecil putih itu seperti ini :



Duwende adalah makhluk seperti manusia kecil yang hidup di bawah tanah. salah satu jenis Duwende adalah Duwende putih yang diduga jenis makhluk yang membawa keberuntungan tentang kebaikan Sebagai contoh, seorang petani baik yang merawat lahan-nya mungkin dihargai oleh duwende putih dengan kelimpahan yang lebih besar tanaman dari biasanya.
*cerita masyarakat Filipina.

0 komentar:

Posting Komentar

+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+
Pembaca yang baik selalu memberikan komentar atas informasi yang diterimanya,
baik berupa kritik, saran atau hanya sekedar komentar.

-----------------------------------------------------
Komentar anda sangat berarti untuk kemajuan blog ini
~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~