<~Welcome~>
  • Dalam Gelap

    Tidak jarang, mereka yang menghabiskan waktu untuk memberikan cahaya bagi orang lain justru tetap berada dalam kegelapan.

    --Mother Teresa--

  • Pahlawan

    Dan seorang Pahlawan adalah seorang yang mengundurkan diri untuk dilupakan seperti kita melupakan yang mati untuk revolusi.

    --Soe Hok Gie--

  • Apa Gunanya?

    Apa gunanya ilmu kalau tidak memperluas jiwa seseorang sehingga ia berlaku seperti samudera yang menampung sampah-sampah.

    Apa gunanya kepandaian kalau tidak memperbesar kepribadian seseorang sehingga ia makin sanggup memahami orang lain?

    --Emha Ainun Nadjib--

  • Pujian dan Hinaan

    "Aku puji dan hina diriku sendiri sebelum orang lain memuji dan menghina diriku,

    sehingga semoga baik pujian maupun hinaan mereka tak berpengaruh terhadapku.

    la yakhafu laumata laim wala yafrahu madhal madihin

    --Me--

  • Dunia | Akhirat

    Jika engkau melihat seseorang yang mengunggulimu dalam masalah dunia, maka ungguli dia dalam perkara akhirat.

    --Hasan al Bashri --

Kamis, 07 Juli 2011

07/07/2011

Sudah semalam suntuk,aku terduduk,

ah.. aku sakit,
aku lelah,

tapi aku terlalu hebat untuk membohongi pikiranku,
sebelum tidur,
mungkin aku bisa menuliskan ceritaku untuk hari ini,

Hari ini, Ibu dan Adikku pulang,
ibu memujiku, salut.

ternyata aku bisa bertahan 10 hari,
hidup sendiri,
rumah bersih dan ter-urus.,
hanya setrikaan saja yang tidak terurus,

aku senang dengan pujian ibu,
mungkin ibu tidak menyadari..
kalau aku terlihat lebih kurus,

aku kelaparan,
seringkali aku kelaparan.

dan aku menyembunyikan..
rasa sakit, di kepala yang semakin me-lemah-kan ku.
yang seringkali, merenggut kesadaranku.

hari ini juga,
aku melihat foto-foto waktu aku kecil,
aku tidak ingat wajahku sendiri waktu aku kecil,
tapi dari sekian banyak foto,
aku bisa tahu, mana ibu, ayah dan adikku,
benar-benar sebuah nostalgia,
sementara waktu,
aku seperti kembali masa lalu.

sore hari, setelah rapi.
aku bersiap untuk pergi,
foto, ya mengurus foto untuk PI.
sebelum itu, aku bertanya pada ibu,
bu, perlu ku cukur tidak ya rambutku?
"tidak perlu, sesekali gondrongkan saja rambut itu"
"mama lihat-lihat, kamu semakin ganteng"
"nah, sebelum kamu pergi, sini mama sisirin".

Aku benar-benar senang,
aku merasakan kasih sayang seorang ibu,
aku benar-benar merindukan saat-saat kecilku dulu,

setelah itu, Aku bergegas pergi,
penuh semangat dan senyum kebahagiaan..
mampir sebentar ke warnet Uda,
memberikan flash disk untuk mencetak lembar berwarna,
setelah itu, meneruskan perjalanan ke tempat foto,
sesampainya, kabar buruk, ternyata besok baru bisa diambil,
ya sudah.. feelingku juga mengatakan,
besok akan 'revisi' lagi,

saat ingin foto,
di ruang ganti,
aku menggunakan kemeja putihku,
dan mencoba memakai dasi hitam,
dengan cermin dihadapanku..

"ah cukup lama juga tidak menggunakan dasi,
apakah aku masih ingat caranya?"
saat itu, aku teringat rahma,
dia pernah mengajarkanku cara memakai dasi,
dia memasangkan dasi, sekali untukku..

aku ingat, saat dia berada dihadapanku,
saat dia memasangkan dasiku itu,
semua terasa lambat, gerakan tangan itu..
ya, aku ingat..

tanpa sadar,
aku selesai memakaikan dasi dengan benar,

juru foto pun datang, ternyata seorang perempuan..
aku duduk dengan mengambil posisi yang tegap,

aku gugup,
aku tidak biasa di foto seperti ini,

juru foto memberi aba-aba,
dan sah sah sah, *salah sound effect.

aku merasa kaku,
aku bertanya, hasilnya bagus tidak ya mba?
aku sudah lama tidak foto seperti ini,

juru foto itu memperlihatkan padaku,
bagus mas, mas "ganteng" sih.

wah, ini kedua kalinya aku menerima kata "ganteng",
aku pun pulang dengan senyum lagi,

saat berjalan ke arah perapatan,
aku melihat seorang bapak tua,
dengan becaknya.. dia terduduk lesu,

diseberang jalan sana, aku melihat..
tukang ojeg, laris manis,
dengan motor mereka..

ironis,
aku merasa.. kasihan pada bapak tua itu,
aku menghampirinya,
dan menggunakan jasanya,

pak, sampai indomaret sana ya..

aku tadinya ingin berjalan,
karena tidak jauh..

tapi aku iba..

aku melihat ke-tidak-adil-an zaman..
roda waktu yang berputar..
dan nasib mereka yang tidak beruntung..

pada saat mengayuh becaknya,
bapak ini terbatuk-batuk,

aku merasa dia dengan usia-nya..
tidak layak bekerja seperti ini,

mungkin dia sakit karena angin malam.
atau juga karena debu dan polusi
karena mobil dan motor yang setia,
untuk berlalu lalang... di hadapannya..
di saat dia menunggu, pengguna jasa becaknya.

sesampainya di tempat tujuan,
aku memberi bapak tua ini upah lebih,
lebih dari angkutan umum
lebih dari upah ojek motor..

aku masuk ke indomaret,
berbelanja kebutuhanku,
untuk persiapan hari hari kedepanku nanti,

setelah itu,
aku membeli ketoprak langgananku,
aku memesan untuk dibungkus,
dengan tingkat ke-pedas-an medium..

aku duduk dibangku kayu panjang,
tiba tiba orang disamping ku bicara kepadaku..

seorang bapak, cukup tua,
sepertinya diatas usia ayahku,

dia berkata " di Tanjung Priuk"
catur begitu sekali main lima ribu.
sambil melihat ke arah para tukang ojek yang ada didekatku,
mereka berkumpul, sedang bermain catur..

di priuk biasanya taruhan,
disana yang jago catur orang medan,
taktik mereka pura pura 'bego',
dan mereka telak membuat skakmat.

saat lawannya penasaran,
dua kali atau tiga kali,
orang medan tidak akan memberi belas kasihan lagi,
sebagai orang yang 'pura-pura bego'.

begitu juga dengan permainan karambol,

bapak ini terus bercerita,
tentang kehidupan tanjung priuk,
tentang rumahnya,
tentang preman-preman disana,

beliau berkata,
rumahnya menjadi tempat perkumpulan antar suku,
makasar, batak, padang, jawa dll..
katanya ia adalah pemuka kehidupan agama disana,

yang aku terima dari kesadaranku,
secara psikologis, bapak ini adalah mantan preman..
terlihat luka luka di tangannya, codet di pipinya,

terutama ketika dia menjawab pertanyaanku,
"sejak kapan dia tinggal dibekasi"

12 tahun lalu katanya,
saat itu dia pergi tanpa bercerita,
banyak orang yang mencarinya disana,

dan dia mengatakan,
sudah banyak orang priuk yang kemari,
(masuk ke bekasi), ke pondok ungu permai..
dan menyebut beberapa daerahnya,

pengedar, pengguna, preman, pemabuk dan lain-lain,
kebanyakan dari mereka orang yang udah pada tobat..

lalu, bapak tanpa nama
*(karena aku tidak bertanya siapa nama beliau,
dan pembicaraan ini dimulai tanpa perkenalan)

mengatakan, didaerah ini yang megang orang orang asli,
orang betawi, tapi..

kalau ada orang bertanya, yang 'megang' disini siapa?
orang akan mengatakan, 'orang banten'.

memang benar,
daerah rumahku ini tidak banyak polisi,
sangat jauh dari pos polisi,
mungkin karena, orang-orang seperti beliau ini..

lalu aku menceritakan permasalahan beberapa bulan lalu,
mengenai kendaraan motor yang sering hilang,
lalu ia menceritakan..

tentang tukang parkir dan bandit yang bekerja sama,
hasil dibagi dua, bandit-nya udah ketangkep,

makanya sekarang jarang ada tukang parkir di warnet-warnet,
toko-toko dan tempat-tempat ramai lainnya,

mungkin masih ada beberapa,
tapi mereka yang sudah dikenal cukup lama,
dan kemungkinan mereka kenal dengan bapak ini,

sepertinya,
ada organisasi rahasia didaerah tinggalku ini,
orang-orang seperti bapak ini, entah kenapa aku yakin..
mereka adalah orang-orang yang perbuatannya hanya untuk kebaikan.
sekumpulan orang-orang yang mendapat kesempatan kedua dalam kehidupannya.

dan ketika aku mulai berpikir seperti itu,
pesananku sudah jadi,

dan aku lupa bertanya pada bapak itu,
siapa namanya, aku terburu buru pamit,
aku berharap lain kali, aku bertemu beliau lagi,
di tempat ketoprak langgananku..

dan hari ini selesai dengan cerita itu,
oh ya, aku teringat dengan partnerku, aku rindu padanya
tapi sepertinya, dia tidak rindu denganku.

Terima Kasih ya Allah.
Semoga aku bisa menjadi insan yang lebih baik lagi,
dari hari ini dan kemarin.
Amin.

0 komentar:

Posting Komentar

+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+
Pembaca yang baik selalu memberikan komentar atas informasi yang diterimanya,
baik berupa kritik, saran atau hanya sekedar komentar.

-----------------------------------------------------
Komentar anda sangat berarti untuk kemajuan blog ini
~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~