<~Welcome~>
  • Dalam Gelap

    Tidak jarang, mereka yang menghabiskan waktu untuk memberikan cahaya bagi orang lain justru tetap berada dalam kegelapan.

    --Mother Teresa--

  • Pahlawan

    Dan seorang Pahlawan adalah seorang yang mengundurkan diri untuk dilupakan seperti kita melupakan yang mati untuk revolusi.

    --Soe Hok Gie--

  • Apa Gunanya?

    Apa gunanya ilmu kalau tidak memperluas jiwa seseorang sehingga ia berlaku seperti samudera yang menampung sampah-sampah.

    Apa gunanya kepandaian kalau tidak memperbesar kepribadian seseorang sehingga ia makin sanggup memahami orang lain?

    --Emha Ainun Nadjib--

  • Pujian dan Hinaan

    "Aku puji dan hina diriku sendiri sebelum orang lain memuji dan menghina diriku,

    sehingga semoga baik pujian maupun hinaan mereka tak berpengaruh terhadapku.

    la yakhafu laumata laim wala yafrahu madhal madihin

    --Me--

  • Dunia | Akhirat

    Jika engkau melihat seseorang yang mengunggulimu dalam masalah dunia, maka ungguli dia dalam perkara akhirat.

    --Hasan al Bashri --

Jumat, 03 Juni 2011

Pelayanannya Payah!

bolak balik..
Papa ke bagian manajemen, Gimana sih pak,
saya tanya susternya bilang bukan urusannya,

intinya papa dilempar-lempar,
disaat si Nisa seperti bahan percobaan,
test ini test itu,

test darah 275rb, ditanya test dimana, pihak rumah sakit tidak menjawab,
datang test lagi, papa bertanya, test pertama gimana hasilnya?
test pertama saja belum, sudah datang test kedua, 800rb.

test test apa lagi,
jelas semenjak pertama, anak saya sudah jelas penyakitnya,
GINJAL!
dan dokter Pu*i, sudah menuliskan resep obatnya,
kasus lagi, ketika itu papa yang ambil obatnya,
kurir rumah sakit yang mengantarkan obatnya gak dateng dateng,
sampe sore, akhirnya papa yang ambil,
dan obat dikonsumsi selesai magrib,

dan terlebih lagi, kasusnya,
mama cerita, selama mama jaga,
infus belum abis udah diganti,
padahal ada waktunya,
misalnya jam 4 sore,
jam 12 siang udah diganti.
papa akhirnya gak bisa tinggal diam,
papa dateng ke bagian manajemen..
beliau bertanya, perihal dokter yang gak pernah datang..
untuk mengontrol keadaan si nisa,
karena yang ada cuma suster yang mengganti infus,
dan asisten dokter yang kerjaannya cek nadi aja,

staff : tanya susternya saja pak,
susternya harusnya menghubungi dokternya..

papa : Yang bener aja pak, apa perlu saya tanya ke susternya?
staff :
"silahkan bapak tanya saja kesuster, memang begitu sistemnya"

akhirnya papa nanya ke suster,
sus kalo gak ada dokter gini gak ditelpon sus?
suster jawab : "Wah ini bukan urusan saya pak"

terlihat wajah papa yang mulai kesal, dan papa ngeluh..
dokternya yang nyuruh supaya dirawat disini,
tapi dokternya gak pernah dateng,

papa : sus, dokternya ini emang gak pernah dateng ya sus?
suster : oh Dokter P**i emang gak pernah mau dateng ke kelas 2,
dia maunya cuma di kelas 1

macam mana dokter milih-milih pasien,
jaman sekarang jaman komersil,
padahal kemampuan nihil, no skill
*mungkin ijazah dokternya lulusnya beli pake uang*,

papa nyeremin emang kalo udah kesel,
padahal orangnya kalem, sabar, gak banyak bicara, ramah,

saat papadatang ke kasir untuk membayar biaya berobat..
papa dibuat kesal lagi,
lantaran biayanya tidak sesuai dengan pelayanannya,
ada biaya yang tertulis tidak sesuai dengan yang diterima

lalu papa minta potongan biaya,
karena menggunakan askes
biaya tersebut dimasukkan ke paket,
paket harian yaitu rawat inap, infus dan lain lain,
beserta DOKTER!

papa manggil mama, minta keterangan,
langsung didepan staff kasir itu
dokter Pu*i emang gak pernah dateng,


staff berkata, maaf pak, tapi Bapak mengambil PAKET,
*papa gak tau apa-apa, tiba-tiba pelayanannya dibuat paket
*padahal gak pernah ada persetujuan tentang perihal paket ini.

langsung saja papa bicara ke staff tersebut dengan nada kesal, 
"Bapak ngerti gak sih Paket?" Paket itu LENGKAP!,
mana ada gak ada Dokter dibilang Paket,
kalau cuma tidur dengan infus doang,
Mendingan anak saya saya taruh di Hotel.!
Lengkap!

LEBIH BAIK SAYA BAYAR HARIAN,
TAPI JELAS, BIAYANYA UNTUK APA AJA,
Tau gak saya bawa anak saya pulang hari ini kenapa?
saya kecewa dengan pelayanan rumah sakit ini,

BUKAN MASALAH DUID!,
TAPI PELAYANANNYA!
3 BULAN DIRUMAH SAKIT gak masalah,
yang penting ada Dokternya,
yang penting anak saya SEMBUH,

staff jawab.. maaf pak, kalau ada keluhan
masukan saja di kotak saran,

BUAT APA , GAK BAKAL DIBACA,
SAYA BUAT DI KORAN, biar BANYAK YANG BACA
lalu mengeluarkan uang dan
Membanting 3 Juta di meja Kasir,
*padahal biaya Perawatannya hanya 1,7 juta,
dari hari selasa sore, pulang jum'at sore ini.

Semua orang disana melihat, diam,
suasananya pasti mencekam..
*gak kebayang..

mama, cuma bisa bilang sabar pak sabar..

papa dengan keras berkata, ini Duid saya,
bukan untuk berobat anak saya!
tapi UNTUK SUMBANGAN MESJID! [jika kamu tahu rumah sakit mana ini]
yang saya LIHAT,
ANAK SAYA CUMA NUMPANG TIDUR DISINI.

=======================================
Denger cerita ini,
perasaan gw campur aduk,
mau marah, mau ngamuk.
========================================

0 komentar:

Posting Komentar

+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+
Pembaca yang baik selalu memberikan komentar atas informasi yang diterimanya,
baik berupa kritik, saran atau hanya sekedar komentar.

-----------------------------------------------------
Komentar anda sangat berarti untuk kemajuan blog ini
~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~