<~Welcome~>
  • Dalam Gelap

    Tidak jarang, mereka yang menghabiskan waktu untuk memberikan cahaya bagi orang lain justru tetap berada dalam kegelapan.

    --Mother Teresa--

  • Pahlawan

    Dan seorang Pahlawan adalah seorang yang mengundurkan diri untuk dilupakan seperti kita melupakan yang mati untuk revolusi.

    --Soe Hok Gie--

  • Apa Gunanya?

    Apa gunanya ilmu kalau tidak memperluas jiwa seseorang sehingga ia berlaku seperti samudera yang menampung sampah-sampah.

    Apa gunanya kepandaian kalau tidak memperbesar kepribadian seseorang sehingga ia makin sanggup memahami orang lain?

    --Emha Ainun Nadjib--

  • Pujian dan Hinaan

    "Aku puji dan hina diriku sendiri sebelum orang lain memuji dan menghina diriku,

    sehingga semoga baik pujian maupun hinaan mereka tak berpengaruh terhadapku.

    la yakhafu laumata laim wala yafrahu madhal madihin

    --Me--

  • Dunia | Akhirat

    Jika engkau melihat seseorang yang mengunggulimu dalam masalah dunia, maka ungguli dia dalam perkara akhirat.

    --Hasan al Bashri --

Minggu, 26 Juni 2011

Ke-arif-an

rasa sedikit mengantuk...sepanjang perjalanan mobil.. Jakarta - Bekasi..

biasanya aku tertidur..
tapi stasiun radio menyiarkan sesuatu yang menarik..

yaitu kearifan,  atau Wisdom.

yang kita tahu selama ini adalah ..
Data diolah menjadi Informasi, sekumpulan Informasi menjadi Pengetahuan..

Tapi diatas Ilmu pengetahuan ada satu tingkatan lagi,
yaitu Wisdom, atau ke-arif-an/ kebijaksanaan.

dan dikatakan bahwa..
orang yang arif, sudah pasti memiliki Ilmu Pengetahuan.
tetapi,
orang yang ber-Ilmu-Pengetahuan, belum tentu arif.

buktinya,
banyak Ilmu Pengetahuan yang salah digunakan,
digunakan untuk sesuatu yang salah...
digunakan untuk kejahatan..

tetapi orang yang Arif, atau memiliki 'Wisdom'.
Ilmu Pengetahuan digunakan untuk kebaikan,
tidak merugikan, berguna untuk kehidupan manusia.

Wisdom ini tingkatannya tertinggi, dalam kehidupan manusia, sikap yang sopan, santun, tahu diri, rendah hati, seperti ilmu padi, tidak suka publikasi, menyembunyikan ilmunya (tidak sombong diri) menggunakan ilmu pengetahuannya hanya untuk kebaikan.

sebagai contoh,
ketika bertamu, walaupun sudah disuguhi minum oleh tuan rumah, orang yang bersifat 'wisdom' tidak akan meminumnya sampai tuan rumah mengatakan..
"silahkan, diminum",

ya itulah yang aku tangkap, dalam setengah kantukku didalam mobil yang melaju.. pikiranku, kembali ke beberapa bulan lalu.. tentang ilmu, ya ilmu.. dalam sebuah khotbah jum'at, dikatakan bahwa, ilmu yang kita miliki nantinya akan ditimbang amalnya, apakah digunakan untuk kebaikan, atau sebaliknya, dan pada Al-Mujaadalah ayat 11 :

Niscaya Allah akan meninggikan derajat orang-orang yg beriman di antara kamu dan orang-orang yg diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat.

dan, sebuah dejavu kembali terjadi beberapa minggu lalu, saat aku mengikuti seminar tentang teknologi dalam islam, saat itu narasumber, mengatakan sebuah kalimat, sebuah kalimat penutup, ketika menjawab pertanyaan yang aku lontarkan..


orang yang beriman,
sudah pasti berilmu,


tetapi orang yang berilmu,
belum tentu beriman.

Kutipan* Al-Mujaadalah ayat 11 :

0 komentar:

Posting Komentar

+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+
Pembaca yang baik selalu memberikan komentar atas informasi yang diterimanya,
baik berupa kritik, saran atau hanya sekedar komentar.

-----------------------------------------------------
Komentar anda sangat berarti untuk kemajuan blog ini
~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~