<~Welcome~>
  • Dalam Gelap

    Tidak jarang, mereka yang menghabiskan waktu untuk memberikan cahaya bagi orang lain justru tetap berada dalam kegelapan.

    --Mother Teresa--

  • Pahlawan

    Dan seorang Pahlawan adalah seorang yang mengundurkan diri untuk dilupakan seperti kita melupakan yang mati untuk revolusi.

    --Soe Hok Gie--

  • Apa Gunanya?

    Apa gunanya ilmu kalau tidak memperluas jiwa seseorang sehingga ia berlaku seperti samudera yang menampung sampah-sampah.

    Apa gunanya kepandaian kalau tidak memperbesar kepribadian seseorang sehingga ia makin sanggup memahami orang lain?

    --Emha Ainun Nadjib--

  • Pujian dan Hinaan

    "Aku puji dan hina diriku sendiri sebelum orang lain memuji dan menghina diriku,

    sehingga semoga baik pujian maupun hinaan mereka tak berpengaruh terhadapku.

    la yakhafu laumata laim wala yafrahu madhal madihin

    --Me--

  • Dunia | Akhirat

    Jika engkau melihat seseorang yang mengunggulimu dalam masalah dunia, maka ungguli dia dalam perkara akhirat.

    --Hasan al Bashri --

Senin, 09 Mei 2011

Tugas Bahasa Indonesia #2 (Semester 6)

Inilah Alasan Anak Harus Stop Main Facebook
Demam jejaring sosial Facebook saat ini memang bukan hanya melanda orang dewasa. Tak jarang kita jumpai, anak-anak yang masih duduk di bangku sekolah dasar (SD) pun sudah sangat paham menggunakan situs pertemanan di dunia maya tersebut.

Melihat fenomena ini, psikolog anak Dra Rose Mini, MSi mengaku prihatin. Ia menilai, Facebook sebenarnya bukanlah untuk konsumsi anak-anak. Pasalnya, ada ketentuan-ketentuan tertentu yang tidak memperbolehkan seorang anak mengakses situs yang sangat populer itu.

"Facebook bukan konsumsi anak SD. Dalam ketentuan, Facebook harus 17 tahun ke atas," tegas wanita yang akrab dipanggil Bunda Romi ini saat ditemui dalam seminar "Aku Anak Sehat" di Jakarta, Kamis, (5/5/2011).

Dia juga menyayangkan, banyak orangtua yang justru membuat akun Facebook untuk anak mereka. "Saya heran kenapa orangtua ijinin. Sebenarnya nggak pake Facebook bisa hidup kok," lanjutnya.

Menurut Rose, seorang anak di usianya yang masih sangat belia seharusnya mendapatkan pengajaran dan pengalaman bagaimana cara berteman dalam bentuk nyata, bukan malah berteman dalam dunia maya.

"Si anak harus belajar bagaimana bisa mengambil hati temannya, berinteraksi dengan teman, itu harus dipelajari dalam bentuk nyata, nggak bisa dalam dunia maya," tambahnya.

Bunda Romi mengungkapkan, salah satu alasan mengapa dirinya melarang anak-anak menggunakan Facebook adalah karena kondisi jiwa anak yang belum stabil, terutama dalam mengontrol statement (pernyataan).

Dalam Facebook, setiap ungkapan, baik berupa status maupun pesan, dapat disampaikan melalui teks ataupun gambar secara bebas sehingga rentan menimbulkan kesalahpahaman. Komentar ataupun pernyataan sangat berpotensi memicu konflik dan memengaruhi kejiwaan anak.

"Ada beberapa kasus, ini anak mencela temannya, si anak yang dicela sakit hati, lalu mengadu ke orangtuanya. Akhirnya perang di Facebook. Tapi bukan anak lagi yang perang, tapi orangtua sama orangtua," jelas wanita yang juga berprofesi sebagai dosen di salah satu universitas negeri di Jakarta tersebut.

Lebih lanjut, Bunda Romi mengingatkan, apa yang dikonsumsi untuk khalayak umum atau publik harus ada batasannya. Oleh sebab itu, dia mengimbau anak-anak yang belum menginjak usia 17 tahun tidak menggunakan fasilitas jejaring sosial.


Data Publikasi
a. Judul : Inilah Alasan Anak Harus Stop Main Facebook
b. Penulis : Braimus Mikail
c. Penerbit : Kompas
d. Sumber (URL)
e. Waktu Diterbitkan : Kamis, 5 Mei 2011 15:45 WIB

Kelebihan
Pada artikel ini, penulis memaparkan sebuah fenomena jejaring sosial “facebook”. Jejaring sosial facebook dinyatakan tidak layak dikonsumsi oleh anak – anak tingkat sekolah dasar, pernyataan tersebut diperkuat dengan komentar/opini tokoh masyarakat, seorang psikolog anak, Dra Rose Mini, Msi yang turut prihatin dengan fenomena sosial ini.

Dra Rose Mini, atau yang kerap disapa sebagai Bunda Romi, mengungkapkan salah satu alasan mengapa dirinya melarang anak-anak menggunakan Facebook adalah karena kondisi jiwa anak yang belum stabil, terutama dalam mengontrol statement (pernyataan).

Beliau juga menjelaskan bahwa didalam jejaring sosial Facebook, komunikasi dilakukan melalui media teks dan gambar secara bebas sehingga rentan menimbulkan kesalahpahaman, ditambah lagi Komentar atau pernyataan sangat berpotensi memicu konflik dan mempengaruhi kejiwaan anak.

Kekurangan
Sangat disayangkan dalam artikel ini, hanya menggunakan opini satu orang narasumber saja, yaitu Dra Rose Mini, seorang psikolog. tidak ada Opini dari tokoh masyarakat lain yang berbeda instansi, misalnya seorang guru.

Pendapat dan Saran
Menurut saya artikel ini sangat bagus, karena memberi peringatan dan himbauan kepada para orang tua untuk mengamati/mengawasi perkembangan karakter/kepribadian anak-anaknya yang sudah menggunakan facebook terutama yang di bawah usia 17 tahun.

Dilingkungan saya sendiri anak-anak usia dini tingkat sd sudah mampu mengoperasikan komputer, bermain game secara online di facebook bersama teman-temannya. Menurut saya itu wajar saja karena diusia seperti itu, mereka selalu ingin tahu hal baru, dan penuh persaingan (tidak mau kalah) dengan teman sebayanya. Dengan mudahnya mereka cepat beradaptasi... hanya saja, seringkali terlihat ketidakseimbangan moral/perilakunya yang masih labil.

Saran saya penggunaan facebook untuk anak-anak dibawah usia 17 tahun, harus diawasi dan diberikan bimbingan untuk membantu pengembangan moral dan mental yang baik dan benar dari orangtuanya

0 komentar:

Posting Komentar

+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+
Pembaca yang baik selalu memberikan komentar atas informasi yang diterimanya,
baik berupa kritik, saran atau hanya sekedar komentar.

-----------------------------------------------------
Komentar anda sangat berarti untuk kemajuan blog ini
~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~