<~Welcome~>
  • Dalam Gelap

    Tidak jarang, mereka yang menghabiskan waktu untuk memberikan cahaya bagi orang lain justru tetap berada dalam kegelapan.

    --Mother Teresa--

  • Pahlawan

    Dan seorang Pahlawan adalah seorang yang mengundurkan diri untuk dilupakan seperti kita melupakan yang mati untuk revolusi.

    --Soe Hok Gie--

  • Apa Gunanya?

    Apa gunanya ilmu kalau tidak memperluas jiwa seseorang sehingga ia berlaku seperti samudera yang menampung sampah-sampah.

    Apa gunanya kepandaian kalau tidak memperbesar kepribadian seseorang sehingga ia makin sanggup memahami orang lain?

    --Emha Ainun Nadjib--

  • Pujian dan Hinaan

    "Aku puji dan hina diriku sendiri sebelum orang lain memuji dan menghina diriku,

    sehingga semoga baik pujian maupun hinaan mereka tak berpengaruh terhadapku.

    la yakhafu laumata laim wala yafrahu madhal madihin

    --Me--

  • Dunia | Akhirat

    Jika engkau melihat seseorang yang mengunggulimu dalam masalah dunia, maka ungguli dia dalam perkara akhirat.

    --Hasan al Bashri --

Rabu, 04 Mei 2011

Kalian.. tidak tahu rasanya.

ya.. Menyakitkan..
mengetahui apa yang kalian pikirkan, sekalipun tidak ada kata,
mulut yang tidak berbicara, tetapi pikiran kalian terbaca.

ia berbicara dengan sendirinya,
seperti suara hati, suara batin, ia berkata-kata, ia bersuara,
dan bagiku seperti layaknya membaca buku,
buku yang tidak terlihat..  tetapi ada
...

dan.. Kalian tidak tahu rasanya,
membuatku serba salah, serba salah menjadi diriku,
senyum senyum palsu itu, menutupi busuknya pikiran kalian.

hei! aku mencoba tetap menjadi diriku,
kegelapan yang memberi cahaya,

sekalipun iblis terus membujukku, untuk memberi pelajaran pada kalian.
aku memilih diam. lantas aku mengurung diri,
aku tidak ingin menyakiti siapa-siapa,
aku tidak ingin seperti dulu,

aku (mungkin) sudah kehilangan tujuan hidupku,
lantas apa yang aku cari di dunia bobrok ini?
menunggu mati?

mungkin dengan diam.. dan tetap bergerak dibalik cahaya.
aku bisa mengembalikan 'diriku' yang sejati sepenuhnya.
coba melepas kutukan kutukan waktu,
yang sudah mengikat sebagian jasadku.

mungkin cuma pengorbanan...
dari hati yang ikhlas, hati yang rela, ibarat api yang siap mati,
menjadi abu, menjadi butiran debu..
tertiup angin, hilang tanpa arah..

pengorbanan..
satu satunya cara yang tersisa,
agar aku.. bisa kembali ke cahaya..

1 komentar:

  1. hiks....
    aku juga butuh cahaya..
    dimanakah cahaya berada?

    mungkin cahaya akan muncul ketika kita sudah ikhlas dengan apapun yang ada di dunia ini.. ketika kita memaafkan semuanya tanpa ada sisa benci..

    itu tidak mudah...
    :(

    BalasHapus

+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+
Pembaca yang baik selalu memberikan komentar atas informasi yang diterimanya,
baik berupa kritik, saran atau hanya sekedar komentar.

-----------------------------------------------------
Komentar anda sangat berarti untuk kemajuan blog ini
~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~