<~Welcome~>
  • Dalam Gelap

    Tidak jarang, mereka yang menghabiskan waktu untuk memberikan cahaya bagi orang lain justru tetap berada dalam kegelapan.

    --Mother Teresa--

  • Pahlawan

    Dan seorang Pahlawan adalah seorang yang mengundurkan diri untuk dilupakan seperti kita melupakan yang mati untuk revolusi.

    --Soe Hok Gie--

  • Apa Gunanya?

    Apa gunanya ilmu kalau tidak memperluas jiwa seseorang sehingga ia berlaku seperti samudera yang menampung sampah-sampah.

    Apa gunanya kepandaian kalau tidak memperbesar kepribadian seseorang sehingga ia makin sanggup memahami orang lain?

    --Emha Ainun Nadjib--

  • Pujian dan Hinaan

    "Aku puji dan hina diriku sendiri sebelum orang lain memuji dan menghina diriku,

    sehingga semoga baik pujian maupun hinaan mereka tak berpengaruh terhadapku.

    la yakhafu laumata laim wala yafrahu madhal madihin

    --Me--

  • Dunia | Akhirat

    Jika engkau melihat seseorang yang mengunggulimu dalam masalah dunia, maka ungguli dia dalam perkara akhirat.

    --Hasan al Bashri --

Sabtu, 30 April 2011

Jum'at yang menyedihkan

Hari ini aku sholat jum'at di masjid yang berada di dekat rumah salah tau sahabatku,  betapa miris.. ketika seorang khotib yang usianya sudah cukup tua, memberikan ceramah jum'at, banyak yang badannya 'miring', terkadang menangguk angguk..  entah tertidur atau sedang berzikir sangat khusyu,

saat itu aku berada di syaf ke 5, dan aku memperhatikan 2 syaf yang paling depan, sekiranya satu syaf itu ada 14 orang, hanya 2 orang yang benar benar menyimak apa yang khotib bicarakan, miris... miris...

lantas aku berpikir, yang didepan saja begitu,
apalagi yang dibelakang??
ketika itu aku melihat kebelakang, dan benar saja,
banyak yang tertidur dalam duduk, matanya terpejam,

dan... saat itu aku lebih menghargai seorang kuli bangunan.. yang datang terlambat dengan pakaian sederhananya, daripada.. seorang pria muda,  yang datang tepat waktu dengan baju koko yang bagus,
disertai dengan wangi parfumnya tapi tertidur...  ketika seorang khatib yang usianya seperti kakekku itu memberikan khutbah jum'at. padahal saat itu khutbahnya mengambil judul sederhana, tapi sering dilupakan manusia yaitu, 'bersyukur'..


saat kita diberkati harta,
saat kita diberkati ilmu,
saat kita diberi karunia,
semestinya kita bersyukur,
dan apa yang kita minta kepadaNYA,
pasti dicatat olehnya, walau tidak segera terlaksana, tapi suatu waktu akan terlaksana,

sebagai contoh,
kita meminta kaya, sudah berdoa, berusaha, tidak juga kaya,
Allah mungkin punya rencana lain, karena kaya membuat orang lupa diri,

kita meminta ilmu, sudah belajar, berusaha, berdoa, tidak juga berilmu, Allah mungkin punya rencana lain,  karena takut Ilmunya digunakan untuk sesuatu yang tidak bermanfaat, malah merusak.

dan semestinya, kita meski bersyukur apa yang ada pada kita saat ini, lantas bagaimana menjaga kekekalan rizqi? saat kita tidak punya, saat kita membutuhkan, Allah selalu membantu kita, dan rahasianya adalah konsisten, menjalankan ibadah kepadanya, seperti sholat 5 waktu, membaca Al'quran, membantu sesama, karena kebaikan akan kembali kepada kebaikan, dan..

ya itulah yang aku terima dari khutbah jum'at ini

0 komentar:

Posting Komentar

+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+
Pembaca yang baik selalu memberikan komentar atas informasi yang diterimanya,
baik berupa kritik, saran atau hanya sekedar komentar.

-----------------------------------------------------
Komentar anda sangat berarti untuk kemajuan blog ini
~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~