<~Welcome~>
  • Dalam Gelap

    Tidak jarang, mereka yang menghabiskan waktu untuk memberikan cahaya bagi orang lain justru tetap berada dalam kegelapan.

    --Mother Teresa--

  • Pahlawan

    Dan seorang Pahlawan adalah seorang yang mengundurkan diri untuk dilupakan seperti kita melupakan yang mati untuk revolusi.

    --Soe Hok Gie--

  • Apa Gunanya?

    Apa gunanya ilmu kalau tidak memperluas jiwa seseorang sehingga ia berlaku seperti samudera yang menampung sampah-sampah.

    Apa gunanya kepandaian kalau tidak memperbesar kepribadian seseorang sehingga ia makin sanggup memahami orang lain?

    --Emha Ainun Nadjib--

  • Pujian dan Hinaan

    "Aku puji dan hina diriku sendiri sebelum orang lain memuji dan menghina diriku,

    sehingga semoga baik pujian maupun hinaan mereka tak berpengaruh terhadapku.

    la yakhafu laumata laim wala yafrahu madhal madihin

    --Me--

  • Dunia | Akhirat

    Jika engkau melihat seseorang yang mengunggulimu dalam masalah dunia, maka ungguli dia dalam perkara akhirat.

    --Hasan al Bashri --

Selasa, 15 Maret 2011

Tanggapan tentang gempa Sumatra barat

Gempa di Sumatera barat,
mengingatkanku akan kata-kata suami dari kakaknya bapak (paman ya ?) setelah ia berceramah di masjid yang didirikan Kakekku di padang pariaman, setibanya dirumah.. ia mengatakan "Semoga Allah tidak memberikan tanda-tanda kekuasannya kepada kampung ini"..aku yang mendengarnya mengingat masa beberapa tahun lalu, sekitar 5 tahun lalu.

memang benar kenyataannya begitu,
waktu terakhir kali aku ke padang pariaman, ketika waktunya beribadah, azan berkumandang, hanya sedikit orang yang pergi kemasjid, tidak ada remaja sepertiku yang sholat di masjid, satu shaf beserta imam itu adalah orang-orang tua semua...

masjid itu letaknya dekat sebuah balai (tempat orang berkumpul), untuk berdagang, untuk acara desa dan lain-lainnya. saat itu era-nya playstation 2, waktu mendengar suara adzan aku menghentikan waktu bermainku di rental yang dekat dengan balai dan bergegas ke masjid, aku kira banyak yang sebaya denganku sehingga bisa menjadi sahabatku di kampung ini... tetapi.. tidak ada remaja yang usianya sebaya denganku yang hadir untuk sholat berjamaah dimasjid,

kenyataannya berlawanan sekali dengan keadaanku di jakarta, di masjid saat saat seperti ini pasti sudah ramai dengan mereka yang sebaya denganku, tapi tidak untuk di kampung ini.. atau jangan jangan tidak 'berlaku 'untuk di padang ini? saat selesai sholat, aku melihat remaja seumuran abangku, mereka santai saja duduk diwarung, padahal warung itu dekat masjid, ada yang nongkrong, ada yang ngobrol, ada yang merokok, ada yang sibuk bermain kartu, dan beberapa meter itu adalah tempat bermain playstation ku tadi, dan semuanya tetap bermain... aku melihat pamanku, mencoba bicara dengan para pemuda diwarung itu, "Kenapa tidak sholat" ? , mereka bilang kotor ... (dalam hatiku, alasan yang tidak masuk akal), lantas apa gunanya berwudhu, sedangkan mereka tetap betah dalam kotor... tidak ada persiapan sama sekali sebagai hamba Allah.. dengan wajah kesal, pamanku pulang.. dan aku kembali meneruskan bermain playstation ke yang sempat aku tinggalkan tadi.

0 komentar:

Posting Komentar

+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+
Pembaca yang baik selalu memberikan komentar atas informasi yang diterimanya,
baik berupa kritik, saran atau hanya sekedar komentar.

-----------------------------------------------------
Komentar anda sangat berarti untuk kemajuan blog ini
~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~