<~Welcome~>
  • Dalam Gelap

    Tidak jarang, mereka yang menghabiskan waktu untuk memberikan cahaya bagi orang lain justru tetap berada dalam kegelapan.

    --Mother Teresa--

  • Pahlawan

    Dan seorang Pahlawan adalah seorang yang mengundurkan diri untuk dilupakan seperti kita melupakan yang mati untuk revolusi.

    --Soe Hok Gie--

  • Apa Gunanya?

    Apa gunanya ilmu kalau tidak memperluas jiwa seseorang sehingga ia berlaku seperti samudera yang menampung sampah-sampah.

    Apa gunanya kepandaian kalau tidak memperbesar kepribadian seseorang sehingga ia makin sanggup memahami orang lain?

    --Emha Ainun Nadjib--

  • Pujian dan Hinaan

    "Aku puji dan hina diriku sendiri sebelum orang lain memuji dan menghina diriku,

    sehingga semoga baik pujian maupun hinaan mereka tak berpengaruh terhadapku.

    la yakhafu laumata laim wala yafrahu madhal madihin

    --Me--

  • Dunia | Akhirat

    Jika engkau melihat seseorang yang mengunggulimu dalam masalah dunia, maka ungguli dia dalam perkara akhirat.

    --Hasan al Bashri --

Sabtu, 11 Desember 2010

11/12/2010

Malam ini,
ku Teringat, dengan seorang Almarhum,
dia seorang Haji, disegani dikampungnya
di Daerah Padang pariaman,

Aku lupa siapa namanya, Haji Hasan? Haji Husen? Aku benar benar lupa siapa namanya, karena itu terjadi belasan tahun lalu,

Ayahku bercerita ia adalah orang yang hebat,
dan Ayahku sendiri belajar ngaji waktu kecil ditempatnya,

selain sebagai seorang Ahli Pengobatan,
ia memiliki kekuatan batin yang luar biasa,

ke suatu tempat yang ditempuh 4 hari,
ditempuh olehnya 1 hari dalam semalam,
dan ada saksi yang melihatnya menaiki macan putih,
yang dipanggilnya keluar dari rimba hutan sumatra,

Waktu itu Ayahku membawaku kepadanya,
untuk mengobati penyakitku,
karena ketika aku tumbuh dewasa,
ada rasa sakit, yang kadang datang tiba-tiba, di tubuh ini,

penyakit yang dikarenakan aku lahir didunia ini ,
dengan keadaan cacat, yaitu jantung yang berlubang,

ia memegang kepalaku,
dan membaca mantra, seperti lantunan ayat alqur'an
lalu ditiupkannya ke keningku,

lalu ia memegang dan melihat telapak tanganku,

sejenak ia terdiam,

dengan pandangan yang aneh, ia bilang aku membawa takdir yang tidak biasa, takdir Pahlawan, aku bingung, dan ikut melihat telapak tanganku ini, (tidak ada yang aneh)

lalu Haji itu meneruskan Takdir Pahlawan adalah Takdir seseorang yang hidupnya penuh dengan cobaan, tapi.. diakhirnya, akan membuat perubahan besar, terhadap suatu kaum.. suatu generasi..

saat itu aku tidak mengerti maksud bapak itu, hanya yang kulihat Ayahku sedang memperhatikanku dengan pandangan mata yang serius,tapi sedikit berkaca-kaca.. kemudian beliau tersenyum..

lalu, sebelum pamit, Ayah berbicara berdua saja dengan Orang itu, tapi aku tidak boleh mendengarkannya, sehingga Ayah menyuruhku untuk menjauh dan menunggunya di warung yang berada di dekat situ,

Lalu kami berjalan pulang,

di perjalanan, entah kenapa terlihat ekspresi Ayah terlihat bersemangat, mungkin Ayah senang karena Aku di obati oleh Guru mengajinya waktu ia kecil dulu, lalu Ayah menawarkanku untuk makan sate padang kesukaanku, yang berada didekat rumah, di depan balai / pasar pariaman.. ,

2 komentar:

  1. dulu adik pikir cerita tentang orang yang memelihara macan putih hanya legenda..

    tapi kata Ibu, itu benar.. biasanya mereka orang-orang yang punya ilmu menyembuhkan..

    hehehe.. kk padang apa ya?

    BalasHapus
  2. Kk Padang Pariaman, kamu Orang padang juga Tara?

    BalasHapus

+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+
Pembaca yang baik selalu memberikan komentar atas informasi yang diterimanya,
baik berupa kritik, saran atau hanya sekedar komentar.

-----------------------------------------------------
Komentar anda sangat berarti untuk kemajuan blog ini
~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~