<~Welcome~>
  • Dalam Gelap

    Tidak jarang, mereka yang menghabiskan waktu untuk memberikan cahaya bagi orang lain justru tetap berada dalam kegelapan.

    --Mother Teresa--

  • Pahlawan

    Dan seorang Pahlawan adalah seorang yang mengundurkan diri untuk dilupakan seperti kita melupakan yang mati untuk revolusi.

    --Soe Hok Gie--

  • Apa Gunanya?

    Apa gunanya ilmu kalau tidak memperluas jiwa seseorang sehingga ia berlaku seperti samudera yang menampung sampah-sampah.

    Apa gunanya kepandaian kalau tidak memperbesar kepribadian seseorang sehingga ia makin sanggup memahami orang lain?

    --Emha Ainun Nadjib--

  • Pujian dan Hinaan

    "Aku puji dan hina diriku sendiri sebelum orang lain memuji dan menghina diriku,

    sehingga semoga baik pujian maupun hinaan mereka tak berpengaruh terhadapku.

    la yakhafu laumata laim wala yafrahu madhal madihin

    --Me--

  • Dunia | Akhirat

    Jika engkau melihat seseorang yang mengunggulimu dalam masalah dunia, maka ungguli dia dalam perkara akhirat.

    --Hasan al Bashri --

Sabtu, 14 November 2009

Asmaul Husna ke 25.

Asmaul Husna ke 25. Al Mudzil (المذل ) Maha Menghinakan (makhluknya) :

Barang siapa membaca "Yaa Mudzillu" sebanyak 75 kali kemudian ia berdoa didalam sujudnya dan berkata, “Ya Allah, lindungilah aku dari kejahatan si Fulan”, niscaya ia akan bebas dari dalam penjaranya dan akan selamat dari gangguan orang – orang yang dengki dan aniaya.

Siapakah Fulan?

Fulan itu hanya sebutan alias kepada seseorang sejak jaman nabi.

contoh , simak baik baik 2 paragraf dibawah ini :

  1. Dalam Upacara Penyambutan kematian orang fasik, ruhnya akan disimpan dalam kain yang amat buruk. Ruh itu menyebarkan bau yang sangat tidak sedap sehingga seluruh arwah dan malaikat bertanya tanya, “Ruh siapakah itu?” Malaikat yang membawanya akan menjawab, “Inilah ruh Fulan Ibnu Fulan.” Dan disebutkanlah gelaran-gelaran buruk yang diperoleh orang fasik itu di dunia. Misalnya, “Oh, inilah Fulan si Tukang Mengadu Domba.”
  2. Tapi apabila dia adalah seorang mukmin yang shaleh, ruhnya akan diletakkan dalam sebuah kain yang diambil dari surga. Ruh itu akan menyebarkan harum yang semerbak. Para arwah dan malaikat pun bertanya, “Ruh siapakah ini?”. Dijawab, “Inilah ruh Fulan Ibnu Fulan.” Dan disebutkanlah semua gelaran-gelaran baik yang pernah ia dapatkan di dunia. “Oh, inilah Fulan. Orang yang baik, dermawan, dan sabar.”

kalau diDunia saat ini, saat ada orang meninggal dunia, diatas batu nisannya akan tertulis :
disini bersemayam, A binti B. yah seperti itulah implementasi dari Ruh Fulan Ibnu Fulan.


Apa itu Dengki ?



Hasad atau dengki diertikan sebagai sifat seseorang yang tidak suka orang lain lebih daripadanya atau tidak suka orang lain mendapatkan kenikmatan Allah. Ia ingin nikmat itu hilang daripada orang lain. Perasaan hasad seperti ini adalah hasad tingkat tinggi dan paling jahat, seperti hasadnya iblis kepada Adam.

Hasad tumbuh dari jiwa yang buruk lagi sempit, tidak menyukai kebaikan, dan hanyalah jiwa yang rendahan yang ingin semua kebaikan menjadi miliknya.

Menunjukkan bahwa orang yang hasad mempunyai jiwa yang buruk dan dia tidak menyukai saudara mendapatkan suatu kebaikan sebagaimana hal itu dia inginkan untuk dirinya, karena orang yang seperti ini tidak akan merasa hasad kepada orang lain bahkan dia turut bergembira jika orang lain mendapatkan nikmat dari ALLAH subhanahu wa ta’ala seraya berdoa:
“Ya ALLAH berilah aku kenikmatan sepertinya”.

Sebagaimana firman ALLAH subhanahu wa ta’ala

وَلَا تَتَمَنَّوْا مَا فَضَّلَ اللَّهُ بِهِ بَعْضَكُمْ عَلَى بَعْضٍ لِلرِّجَالِ نَصِيبٌ مِمَّا اكْتَسَبُوا وَلِلنِّسَاءِ نَصِيبٌ مِمَّا اكْتَسَبْنَ وَاسْأَلُوا اللَّهَ مِنْ فَضْلِهِ إِنَّ اللَّهَ كَانَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمًا

“Dan janganlah kamu iri hati terhadap apa yang dikaruniakan ALLAH kepada sebahagian kamu lebih banyak dari sebahagian yang lain. (Karena) bagi orang laki-laki ada bahagian daripada apa yang mereka usahakan, dan bagi para wanita (pun) ada bahagian dari apa yang mereka usahakan, dan mohonlah kepada ALLAH sebagian dari karunia-Nya. Sesungguhnya ALLAH Maha Mengetahui segala sesuatu”. (QS An-Nisa:32).

Orang yang memiliki sifat hasad tidak dapat menyempurnakan imannya, sebab ia tidak akan dapat mencintai saudaranya seperti mencintai dirinya sendiri. Rasulullah SAW bersabda yang bermaksud: “Tidak sempurna iman salah seorang kamu sampai mencintai saudaranya sebagaimana mencintai dirinya.” – (Hadis Muttafaqun ‘alaihi)

Bahkan lebih parah daripada itu, orang yang hasad merasa sangat gembira bila saudaranya celaka dan binasa.

Kalian harus tahu bahwa Rasa IRI negatif menimbulkan keDengkian yang dapat Membuat seseorang melakukan tindakan seperti FITNAH, ADU DOMBA bahkan PEMBUNUHAN

Mengingat keutamaan zuhud dan lapang dada terhadap nikmat yang Allah anugerahkan kepada orang lain serta kewajiban bersyukur terhadap nikmat yang dianugerahkan, semua ini akan menimbulkan sifat menerima dan kaya hati.

------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
sekian dan terimakasih telah membaca Note ini,
yang Aku tahu, semakin tinggi keimanan seseorang. semakin berat juga ujian yang ditujukan padanya, sampai saat ini Aku masih bersabar, dan berkeras hati untuk tak ada emosi atas apa yang terjadi.


hidup lah berilmu,
berilmu karena berfikir.
berfikir karena berhati
kaya hati kaya ilmu
hidup kan ceria selalu


-"Hamba Allah"-


Notes::


Semoga orang orang itu cepat sadar ya Allah, maafkanlah segala kesalahan mereka!





0 komentar:

Posting Komentar

+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+
Pembaca yang baik selalu memberikan komentar atas informasi yang diterimanya,
baik berupa kritik, saran atau hanya sekedar komentar.

-----------------------------------------------------
Komentar anda sangat berarti untuk kemajuan blog ini
~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~