<~Welcome~>
  • Dalam Gelap

    Tidak jarang, mereka yang menghabiskan waktu untuk memberikan cahaya bagi orang lain justru tetap berada dalam kegelapan.

    --Mother Teresa--

  • Pahlawan

    Dan seorang Pahlawan adalah seorang yang mengundurkan diri untuk dilupakan seperti kita melupakan yang mati untuk revolusi.

    --Soe Hok Gie--

  • Apa Gunanya?

    Apa gunanya ilmu kalau tidak memperluas jiwa seseorang sehingga ia berlaku seperti samudera yang menampung sampah-sampah.

    Apa gunanya kepandaian kalau tidak memperbesar kepribadian seseorang sehingga ia makin sanggup memahami orang lain?

    --Emha Ainun Nadjib--

  • Pujian dan Hinaan

    "Aku puji dan hina diriku sendiri sebelum orang lain memuji dan menghina diriku,

    sehingga semoga baik pujian maupun hinaan mereka tak berpengaruh terhadapku.

    la yakhafu laumata laim wala yafrahu madhal madihin

    --Me--

  • Dunia | Akhirat

    Jika engkau melihat seseorang yang mengunggulimu dalam masalah dunia, maka ungguli dia dalam perkara akhirat.

    --Hasan al Bashri --

Jumat, 30 Oktober 2009

29/10/2009

Alhamdulillah, Puji syukur hari ini gw benar benar bersyukur atas segala peristiwa yang terjadi.
dan gw semakin yakin bahwa,
Kata adalah Doa
Kata adalah Doa, kenapa demikian?
Sebab hanya orang orang tertentu saja yang Kata-Katanya bisa menjadi Nyata.
itu tandanya Allah sayang kepada orang tersebut.

Mulutmu Harimau Mu,
jadi jangan berkata sembarangan tentang suatu hal yang tidak engkau Ketahui Dengan benar dan Pasti

Kata-Kata di semester 2.

1. Iefraz berkata :
Nanti semester 3. kalo gw sekelas lagi sama (organisasi privasi) gw mendingan keluar ah,
F :eh Cup ifraz tadi bilang apa?
Ucup: Katanya kalo dia sekelas lagi sama kita dia mendingan gak kuliah,
F : ya enggak lah fraz, semester 3 gak ada kata maen maen lagi coi, serius.
lalu aku berjabat tangan dengan Ifraz.


2. Henindya Tillotama Ayumi :
Eheh sal nanti kita sekelas lagi ya?
F : ya tam. semoga kita sekelas lagi,
lalu aku berjabat tangan dengan Henindya Tillotama Ayumi.

Orang ini mungkin emang udah takdir. dari awal Kuliah di semester 1.
cuma perempuan ini yang berani deketin gw pertama kali.

3. Nindya Purbosaputri, kata di tanggal 28-10-2009 sehari sebelum post ini terpublish.
Rabu sore, di hari itu kami bercerita, bahwa setiap orang ada penjaganya. lalu aku bercerita, dulu aku pernah bermimpi bertemu dengan diriku yang lain. diriku didunia mimpi, ia menyeramkan ia menakutiku, dan aku sangat takut, tapi karena aku takut, aku jadi selamat dalam sebuah peristiwa yang akan mencabut nyawaku dimimpiku itu,

------------------------------------ NEXT:
Kamis, Tanggal 29-10-2009.
Pagi itu semua berjalan seperti biasa, Aku naik Patas 41A, mobil tentara Lama yang sekarang sudah jadi Angkutan Umum.Aku duduk di bangku dekat pintu belakang, sampai pertengahan jalan ada segerombolan pelajar tingkat STM yang naik, mereka berkumpul di pintu belakang,

saat tujuanku untuk turun sudah hampir sampai,
aku berdiri,
saat itu feelingku mengatakan aku harus turun lewat pintu depan.
dan benar saja,
saat aku mau turun di pintu depan,

dipintu belakang terdengar benturan keras,
dan pecahan kaca,

BANG!
Prang!

Sebuah batu besar entah melayang dari mana masuk ke tempat dimana aku duduk tadi,
ternyata itu adalah timpukan batu dari pelajar STM lain,
yang sudah berkumpul dipinggir jalan,
dan terjadilah yang namanya TAWURAN

saat itu aku sudah turun dari 41A itu,
aku hanya melihat, Sesama pelajar itu saling melempari batu, sampai akhirnya polisi datang berkumpul dan menenangkan situasi saat itu,

Huff..
Aku terdiam diatas mikrolet 26.
mungkin saja tadi, jika aku tak lebih cepat berdiri dan turun lewat pintu depan,
Aku sudah "Tidak ADA" karena batu besar itu.
dan aku teringat sesuatu,
baru saja kemarin aku berkata, Bahwa Setiap Manusia punya "Penjaga"

------------------------------------------------------------
DiKampus.
Aku masih terheran dengan peristiwa tadi,
dan semuanya kembali berjalan seperti biasa,
Aaah ia,
Senangnya di hari ini, semua pelajaran dari dosen masuk ke kepalaku.
ibu Diana dan Pak Wisuda,
--------------------
malam harinya,
sebuah kejadian yang menyentuh hati sanubariku.

Di jalan raya,
Di atas trotoar tempat aku turun dan meneruskan jejak langkahku untuk sampai ke rumah, seekor Anak Kucing, putih bersih, berjalan ke arah yang salah. Aku menghentikannya dengan kakiku. lalu anak Kucing itu berputar arah, dan saat aku mulai melangkah...

Meong, Meong
suara kecil kucing itu memanggilku, memaksaku merunduk melihat ke kakiku.
Anak Kucing itu mengejarku, mengikuti langkah kakiku di sampingku

Aku terdiam untuk beberapa saat.
batinku tersentuh.

Bagaimana Rasanya hidup seperti anak kucing itu..
sungguh malang, tanpa orang tua, hidup sebatang kara.

Aku terus melangkah, dengan pelan..ku bawa kucing itu menjauhi jalan raya,sekalipun harus memutar jauh dari rumahku. pelan.. pelaan...
kucing itu seperti ingin bermain dengan kakiku. bersandar dipinggir sepatuku, tapi aku harus terus berjalan, karena aku tidak ingin Kucing itu menganggap sepatuku adalah Ibunya. dengan sedih, kutinggalkan kucing yang mengejarku itu..

0 komentar:

Posting Komentar

+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+
Pembaca yang baik selalu memberikan komentar atas informasi yang diterimanya,
baik berupa kritik, saran atau hanya sekedar komentar.

-----------------------------------------------------
Komentar anda sangat berarti untuk kemajuan blog ini
~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~