<~Welcome~>
  • Dalam Gelap

    Tidak jarang, mereka yang menghabiskan waktu untuk memberikan cahaya bagi orang lain justru tetap berada dalam kegelapan.

    --Mother Teresa--

  • Pahlawan

    Dan seorang Pahlawan adalah seorang yang mengundurkan diri untuk dilupakan seperti kita melupakan yang mati untuk revolusi.

    --Soe Hok Gie--

  • Apa Gunanya?

    Apa gunanya ilmu kalau tidak memperluas jiwa seseorang sehingga ia berlaku seperti samudera yang menampung sampah-sampah.

    Apa gunanya kepandaian kalau tidak memperbesar kepribadian seseorang sehingga ia makin sanggup memahami orang lain?

    --Emha Ainun Nadjib--

  • Pujian dan Hinaan

    "Aku puji dan hina diriku sendiri sebelum orang lain memuji dan menghina diriku,

    sehingga semoga baik pujian maupun hinaan mereka tak berpengaruh terhadapku.

    la yakhafu laumata laim wala yafrahu madhal madihin

    --Me--

  • Dunia | Akhirat

    Jika engkau melihat seseorang yang mengunggulimu dalam masalah dunia, maka ungguli dia dalam perkara akhirat.

    --Hasan al Bashri --

Kamis, 15 Januari 2009

Wasiat sang Ayah

Nak, aku tahu pada saatnya surat ini akan sampai ke tanganmu. Saat engkau membaca surat ini, berarti engkau sudah berhasil mengemban tugas pertama dan layak menerima Wasiat ini. Sengaja kutitipkan surat ini pada kakak-kakakmu untuk diserahkan padamu pada saat engkau mencarinya atas kemauanmu sendiri, bukan atas niatan dari kakak-kakakmu.

Engkau sengaja tidak kutempatkan sebagai anak kandungku karena kedudukan sebagai anakku terlalu berat. Pada kedudukan seperti itu engkau akan semakin lemah, tak mampu membangun kekuatanmu. Sehingga engkau putraku yang sesungguhnya, kutempatkan sebagai pendamping anak yang berkedudukan selaku putraku. Sang Pangeran. Engkaulah Pangeran yang sesungguhnya. Engkaulah yang memiliki kekuatan untuk melindungi keluarga besar keturunanku dan untuk merebut kekuasaan yang pernah kulepaskan. Seluruh rencana yang ayah susun dalam wasiat ini didasari sebuah prinsip yang pada saatnya kelak pun harus kau pegang kebenarannya.

Ayah berkeyakinan bahwa kekuasaan tidak dapat diberikan. Kekuasaan harus direbut. Untuk berkuasa, seseorang harus kuat. Kekuatan, seperti halnya kekuasaan, juga bukanlah sesuatu yang dapat ayah berikan kepadamu. Kekuatan harus dibangun dan dibentuk selama beberapa waktu. Waktu itu diperlukan untuk menguji kekuatan dengan ujian yang sesuai dengan jamannya. Kekuatan ayah bukan lagi kekuatan yang mampu menghadapi ujian jamanmu. Kekuatan ayah tak mampu menghadapi kekuatan jaman ini. Kekuatan pada suatu jaman berbeda dengan kekuatan pada jaman sebelum atau sesudahnya. Ujian dan tempaan pada suatu jaman berbeda dengan jaman lainnya.

Pada tataran pertama, yang terendah, ujian itu adalah harta, takhta dan wanita. Ketika engkau dapat mengatasi itu, maka lawan yang akan kau hadapi adalah orang-orang kuat yang juga mampu mengatasi ujian itu. 

Tataran yang kedua, ujiannya terletak pada kemampuanmu membawa perdamaian dan kesejahteraan bagi orang banyak. Banyak lawanmu pada tataran pertama,mampu mengatasi dirinya tapi tak mampu membawa manfaat bagi orang banyak. 

Jika engkau sudah mampu mengendalikan diri, maka kekuasaan yang ada padamu dalam tataran ini dapat berlangsung lama hingga kau tak mampu lagi mengendalikannya. Ayah hanya mampu mencapai tataran ini.

Pada tataran yang ketiga dan terakhir, adalah bagaimana engkau bisa menjadi semakin sederhana dan rendah hati sementara engkau sendiri memiliki kekuatan dan kekuasaanmu yang sudah berada jauh di atas kebanyakan orang. Untuk dapat mengatasi lawan yang sudah mencapai tataran seperti itu engkau harus lebih sederhana dan merendah karena mereka bukan orang-orang yang memiliki keinginan untuk menundukkan orang lain. Kekuasaan ada pada mereka semata- mata karena kecintaan dan kepercayaan orang atasnya.

Setelah melewati ketiga tataran itu, engkau sudah mencapai apa yang ayah wasiatkan. Pada lembaran berikut nanti akan kau temukan patokan-patokan dan arah yang akan kau temui. Kesemuanya akan kau temui walau tidak mesti pada urutan yang sama sebagaimana ayah susun. Jika engkau melaksanakannya, kekuatanmu akan teruji dan tertempa sesuai jamanmu. Tinggal takdir yang akan menentukan hasil akhir usahamu.

Sebelum engkau membuka lembaran berikutnya, bersabarlah. Maknai sebaik- baiknya wejangan pada lembaran pertama ini. Mulailah dengan menengok ke belakang untuk melihat apa yang telah engkau lalui, apa kekuatan dan kelemahanmu. Kemudian tengoklah ke bawah, pada kedua kakimu. Ketahuilah di mana engkau berdiri. siapa di sekelilingmu. Kenali siapa mereka. Dan yang ketiga tengoklah ke depan apa yang akan kau lalui. Pada saat itu, engkau takkan bisa mengetahuinya, kecuali engkau terlebih dahulu menengok ke atas, ke langit, dan menyadari betapa kecilnya engkau sebagai bagian dari semesta. Kesemestaan akan mengajarkan banyak padamu.

-----------------------------
Cara Memberontak
    halus laksana hembusan angin.
    kuat sekuat tiupan taufan.
    bergerak bagaikan air, setetes demi setetes.

    merembes hingga pusat kekuasaan
    basahi semua tanpa sisa.
    tenggelamkan semua tanpa sisa.
    kuasai semuanya tanpa sisa.

    jika dan hanya jika ada titik terang dan harta sejati
    diingat dan dicamkan sejak langkah pertama.
    angin menjadi taufan tanpa diduga.
    air menjadi banjir tanpa diduga.

    jika dan hanya jika, semua tak terasa
    kemiskinan adalah sekutu bangkitnya kekuatan terbesar
    si miskin adalah kaum yang terhisap di pusat pusaran
    pemiskinan adalah sekuat pusaran perusak segalanya

    temani kemiskinan, perangi pemiskinan..
    adalah awal dan tujuan perjuangan 

    ----------------------------- 
    Metamorfosis
      Hidup adalah pergerakan
      Hidup adalah perubahan
      Gerakan dalam kefanaan
      Berubah dalam pemaknaan
      Bergerak tinggalkan segala yang semu
      Berubah mencari makna baru
      Duka nestapa adalah bumbu
      Searah setujuan: Ciptaan Baru
      Manusia baru tak lagi secitra yang lama
      Hidup bukan sekedar menanti matinya raga
      Hidup baru adalah hidup bermakna
      Pabila hati hamba dituangi Sukma Pencipta

      -----------------------------
      Syair Pertama

      dua belas purnama melanglang buana
      mengenali musim, berguru pada masa,

      Buka mata pasang telinga
      Buka hati simpan jatidiri

      Mengalir laksana air berjiwa
      percikan hujan dari langit semesta

      menyusup wadah terrendah
      mengangkat rupa petuah

      menelisik sudut tersembunyi
      mendapat hikmat tertinggi

      bekal abadi ke singasana

      Hakekat sejati segala penguasa
      Adalah  pelayan  pengabdi

      -----------------------------
      Pemimpin Cermat

      Gejolak hati memilah sampah,
      Geliat jiwa mengurai emas.

      Hati menekan perut,
      tersembur muntah.

      Perut menuntun langkah,
      kaki menapak alas.

      Bumi makin tua,
      jaman terus berubah.

      Satu dua perkara tak boleh dilepas.
      Pemimpin arif membawa berkah,
      Mengenali sampah dan membedakan emas.

      Kawan sejati lawan yang bijaksana
      Kawan teruji hanya kawan lama
      Lama bersama .. tumbuh sewadah


      -----------------------------
      Historia Vitae Magistra

      Nak, “Historia vitae magistra”. Sejarah adalah guru kehidupan, itulah yang ingin kusampaikan kepadamu. Setiap orang memiliki dunia kecilnya dan dunia kecil itu membentuk dunia bersama. Kehidupanmu adalah duniamu, gurumu adalah sejarah dunia, dirimu sendiri dan duniamu, guru bangsa adalah sejarah bangsa.

      Ketika membawa serta harta yang ayah wasiatkan ini, kau sudah banyak belajar. Kejayaan bangsa sudah banyak kau pelajari, namun sejarah bangsa yang tidak banyak diajarkan adalah sejarah panjang tentang kemiskinan dan pemiskinan bangsa.

      Abad demi abad berlalu, semua berubah, satu yang tetap. Kaum petani menopang kehidupan kraton, kaum miskin menopang yang kaya. Bangsa hanya akan berjaya apabila penopangnya kuat


      ....

      Catatlah satu dua hal penting sebelum engkau mulai berjuang.
      Pertama, hindarilah jalan kekerasan. Karena kekerasan adalah tindak pemiskinan yang utama. Memiskinkan jiwa dan raga, baik pada cipta, rasa dan karsa manusia.

      Kedua, utamakan menebar benih lebih daripada memetik buah. Karena perjuanganmu akan terlalu panjang melebihi usia jika kita hanya menginginkan buah. Pilih benih terbaik, biarkan ia tumbuh sesuai jamannya. Yang terbaik dan sesuai jamannya akan bertahan, menghasilkan benih terbaik untuk jaman berikutnya.

      Ketiga, tantanganmu nanti adalah tantangan milenium ketiga. Kau akan menghadapi drama hegemoni nusantara. Banyak bangsa asing berusaha menanamkan kuasa, namun ancaman yang utama bukanlah pada serangan, lebih dari serangan, pentingkanlah daya tahan. Baik serangan maupun daya tahan, hanya teratasi oleh gotong-royong, padha-padha dan tepo seliro; landasan dari solidaritas untuk nasionalisme.

      Ada beberapa orang yang harus kau temui di dunia ini... Orang yang harus kau temui adalah anggota Punakawan…… penasihat para ksatria, penghibur, kritisi sosial, badut,  bahkan sumber kebenaran dan kebijakan..Temui mereka yang.. disegani oleh kawan maupun lawan, menegakkan keadilan dan memerangi angkara murka.

      0 komentar:

      Posting Komentar

      +~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+
      Pembaca yang baik selalu memberikan komentar atas informasi yang diterimanya,
      baik berupa kritik, saran atau hanya sekedar komentar.

      -----------------------------------------------------
      Komentar anda sangat berarti untuk kemajuan blog ini
      ~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~+~