<~Welcome~>
  • Dalam Gelap

    Tidak jarang, mereka yang menghabiskan waktu untuk memberikan cahaya bagi orang lain justru tetap berada dalam kegelapan.

    --Mother Teresa--

  • Pahlawan

    Dan seorang Pahlawan adalah seorang yang mengundurkan diri untuk dilupakan seperti kita melupakan yang mati untuk revolusi.

    --Soe Hok Gie--

  • Apa Gunanya?

    Apa gunanya ilmu kalau tidak memperluas jiwa seseorang sehingga ia berlaku seperti samudera yang menampung sampah-sampah.

    Apa gunanya kepandaian kalau tidak memperbesar kepribadian seseorang sehingga ia makin sanggup memahami orang lain?

    --Emha Ainun Nadjib--

  • Pujian dan Hinaan

    "Aku puji dan hina diriku sendiri sebelum orang lain memuji dan menghina diriku,

    sehingga semoga baik pujian maupun hinaan mereka tak berpengaruh terhadapku.

    la yakhafu laumata laim wala yafrahu madhal madihin

    --Me--

  • Dunia | Akhirat

    Jika engkau melihat seseorang yang mengunggulimu dalam masalah dunia, maka ungguli dia dalam perkara akhirat.

    --Hasan al Bashri --

Jumat, 22 Agustus 2014

Sahabat sejati para penyendiri

Sepi tidak mencaci,Sepi tidak berkata keji,
Sepi selalu setia menemani,

Sepi.. adalah sahabat sejati para penyendiri,


Google+

Senin, 23 Juni 2014

23/06/2014

Abu ‘Ashim:
“Semenjak aku ketahui bahwa ghibah (menggunjing orang lain) adalah haram maka aku tidak berani menggunjing orang sama sekali (Tarikh Al-Kabir, 4/336).

Rasulullah: “Waspadalah terhadap sifat dengki karena sesungguhnya dengki itu dapat memakan pahala kebaikan. Seperti api memakan kayu bakar.” (HR. Abu Dawud)

Janganlah kamu meminta kebutuhanmu kepada anak Adam. Mintalah hanya pada yang pintu-Nya tak pernah tertutup. Allah akan murka jika kamu meninggalkan bermohon kepada-Nya, sedangkan anak Adam akan murka jika kamu memohon kepadanya. (Tazkiyatun Nafs: 55)

Ibnul Qayyim: “Barangsiapa yang takut kepada Allah, maka Allah akan membuatnya nyaman dan tenang dari sesuatu yang ditakuti dan dikhawatirkan…”
(Taisirul Azizil Hamid)

Shilan bin Farwah:
“Aku menemukan bahwa sikap menunda adalah salah satu prajurit iblis
yang telah banyak membinasakan makhluk Allah.” (Hilyatul Auliya’: 6/42)

Raghib As-Sirjani:
“Indikasi terkabulnya doa adalah semakin ringan beramal shalih, tertarik dengan segala ketaatan, selalu berhasrat untuk berbuat baik, takut balasan maksiat, dan tersentuh ketika mendengar bacaan Al-Quran, hadits, dan ilmu-ilmu lain yang bermanfaat.” 
(Risalatui ila shabab Al Ummah)

Rasulullah: “Sesungguhnya Allah mencintai seorang hamba yang bertakwa, yang merasa cukup, dan yang rajin beribadah secara diam-diam.” (HR. Muslim)

Al Hasan Al Bashri : “Hai Bani Adam, janganlah kalian menyakiti orang lain dan jika kalian disakiti, maka bersabarlah !” (Ash Shabr, 26).

Abu Darda’:”Barangsiapa melindungi kehormatan saudaranya, maka Allah akan melindungi wajahnya dari api neraka pd hari kiamat.”
(Shahih Sunan At-Tirmidzi:1575)

Ibnu Mas’ud Radhiallahu ‘anhu: “Ridholah terhadap apa yang telah Allah berikan kepadamu, niscaya engkau menjadi orang yang paling kaya.”
(Siyar A’lam an Nubala, I/497)

Rasulullah: “Barangsiapa memberi kemudahan kepada orang dalam kesulitan, niscaya Allah memberi kemudahan di dunia dan akhirat.” (Shahih At Targhib wat Tarhib: 69)

Ibnu Mubarak:
“Berapa banyak amalan kecil menjadi besar pahalanya karena niat dan berapa banyak amalan besar menjadi kecil pahalanya karena niat pula.”
(Jami Ulum wal Hikam, 12)

Rasulullah:
“Setiap anak cucu Adam pasti pernah berbuat salah, dan sebaik-baik orang yang bersalah ialah orang yang banyak bertaubat.” (HR. At Tirmizi)

“Tidak ada musibah yang menimpa seorang muslim melainkan Allah hapuskan dosanya, sampai duri yang menusuknya sekalipun.” (HR. Bukhari: 5640, Muslim: 2572)

“Ya, Allah, berilah aku manfaat terhadap apa yang Engkau ajarkan kepadaku dan ajarkanlah aku apa-apa yang bermanfaat bagiku dan tambahkanlah ilmuku.”
(Ash-Shahihah, 1511)

Rasulullah:
“Barangsiapa memberi kemudahan kepada orang dalam kesulitan, niscaya Allah memberi kemudahan di dunia dan akhirat.” (Shahih At Targhib wat Tarhib: 69)

Rasulullah bersabda:
“Tidaklah dikatakan orang beriman seandainya dia suka melaknat, mencerca dan suka berkata kotor dan keji.” (Shahih Tirmidzi 8/189)

“Wahai orang-orang beriman, janganlah seseorang mengolok-olok orang lain. Boleh jadi orang yang diolok-olok lebih baik daripada orang yang mengolok-olok.”
(QS. Al-Hujurat: 11)

Disingkirkan dari pergaulan buruk adalah berkah.
Syukuri, lalu teruskan kehidupan Anda dalam kebaikan.
- Mario Teguh (Motivator)

Selasa, 03 Juni 2014

Bapak - Bapak Tua itu..

Di sekitar pertigaan Saharjo, Tebet, disaat macet.
terlihat seorang bapak tua, kesulitan memanggul dagangannya,
suasana macet, klakson-klakson berbunyi dari sana-sini.
posisi motor yang ku kendarai berada di tengah jalan, tidak bisa ke kiri.
karena dari kiri, kendaraan mencoba ke tengah. beberapa ratus meter di depan,
akhirnya bisa ke kiri.aku berhenti, mematikan motor,
menengok ke tempat bapak tua itu tadi,
tetapi bapak tua itu sudah tidak terlihat keberadaannya.

Sedari tadi, semenjak melihat bapak tua itu, tersibat kata hati untuk berhenti,
memberikan bapak tua itu sebesit rezeki, tidak banyak, tapi berarti.

Secepat itu, kata-kata melintas disanubari..
"Mereka, tidak berharap dikasihani, mereka tidak meminta,
masih tetap berusaha mencari rezeki yang halal,
walau badan sudah melemah karena usia yang tua.
belilah dagangannya.."

Aku berpikir, mungkin bapak itu masuk ke gang jalan tadi,
berharap bapak itu berhenti di pinggir jalan jalur satu lagi
Aku berputar balik, dari patung pancoran kembali ke arah tebet,
tepat sebelum tempat pertigaan tadi, aku memakirkan motor diatas trotoar.
aku berjalan kaki, menyusuri jalan tersebut,
sambil berharap bisa menemui sosok bapak tua itu..

tapi.. tidak ada, bapak tua yang kesulitan memanggung dagangannya..
itu tidak aku temukan. aku menghela nafas panjang dan beristighfar,
memutuskan kembali, ke tempat memakirkan motorku tadi.

Sepanjang jalan menuju kantor setelah kejadian itu,
aku menyesali apa yang sudah terjadi,
gagal menemui bapak itu, mataku terasa panas, berkaca-kaca.

aku terpikir, berandai-andai..
bagaimana bila bapak tua itu adalah saudaraku, sahabatku, orang tuaku,
seseorang yang aku kenal, atau, bahkan aku.. mungkin anakku kelak,
yang pastinya akan menua renta, yang tetap keras hati tidak mau meminta-minta, karena tidak mau merepotkan orang lain,  tidak mau dikasihani, yang tetap yakin, bahwa Takdir Hidup Mati dan Rezeki sudah di atur oleh Ilahi.

ya Allah.. ya Latiff, ya Allah ya Hakim
Terima kasih mengingatkan Kelembutan hati pada diri yang mulai dingin ini,
Terima kasih atas Hikmah yang Kau tunjukkan padaku hari ini.
tak akan kuragukan kata hati nurani, bila kesempatan itu datang lagi.

3/06/2014.